Wakil bupati memberikan arahan Sosialisasi APBD tahun 2018 dan SK bupati nomor 900-204 tahun 2018 tentang TPP di Aula Kantor BPKD Seluma

SELUMA, PB – Wakil Bupati Kabupaten Seluma Suparto, berharap, tidak ada lagi Aparatur Sipil Negera (ASN) Seluma yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) karena melakukan Pungutan Liar (Pungli). Sebab, anggaran Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP) sudah dinaikan.

“Muda-mudahan tidak ada lagi yang terkena OTT. Karena TPP kan sudah besar, tingkatkan kinerja pelayanan pada masyarakat, ” kata Suparto usai membuka acara Sosialisasi APBD tahun 2018 dan SK bupati nomor 900-204 tahun 2018 tentang TPP di Aula Kantor BPKD Seluma, Rabu (14/03/2018).

Dia meminta, agar Kepala dinas bekerjasama melibat seluruh kepala bidang, Kasi dan staf. Agar permasalahan yang timbul akibat pekerjaan, dapat dihadapi bersama. Sehingga, evaluasi juga dapat dilakukan berdasarkan penilaian kinerja.

 

“Kepala dinas itu ajak para Kabid dan Kasi itu rapat membahas APBD. Jadi kepala dinas tinggal monitor, jangan dimakan sendiri saja,” tegas Suparto.

Dia juga mengingatkan kepada ASN di bidang teknis, agar tidak terharu dengan bujukan pihak ketiga untuk menandatangani berkas sedangkan pekerjaan belum selesai. Karena, kata Suparto, hal itu dapat membahayakan ASN itu sendiri.

“Ingat, penjara didepan mata, jangan asal tandatangan,” ujarnya.
Diketahui, besaran TPP tertinggi Rp 30 hingga 40 juta perbulan.

Penetapan besaran TPP ini akan disesuaikan dengan tipe dinas dan beban kerja SKPD masing-masing. [Sepriandi]