Ratusan ulama, anggota Polri Polda Bengkulu dan jajaran serta santri dari sejumlah Pondok Pesantren Provinsi Bengkulu, sepakat menyuarakan tolak hoax di gedung STQ IAIN Bengkulu, Rabu (14/3).

BENGKULU, PB – Ratusan ulama, anggota Polri Polda Bengkulu dan jajaran serta santri dari sejumlah Pondok Pesantren Provinsi Bengkulu, Rabu (14/3), sepakat menyuarakan tolak hoax (berita bohong, red) yang dinilai merupakan salah satu unsur penyebab pemecah belah umat.

Tak hanya itu, massa yang hadir dalam kegiatan deklarasi di gedung STQ IAIN Bengkulu tersebut juga sepakat menolak hate speech atau ujaran kebencian.

“Saat ini adalah momen pesta demokrasi secara berkepanjangan hingga tahun 2020 mendatang. Kondisi ini merupakan salah satu ancaman peredaran hoax. Baik kepada pribadi maupun Institusi yang ada. Saya sangat bersyukur kepada seluruh warga karena sampai saat ini Bengkulu dalam keadaan aman. Tidak ada aksi anrkis terhadap siapapun. Baik kepada alim Ulama maupun sarana sarana ibadah. Ini artinya semua unsur sudah sinergi dalam menjaga situasi Kamtibmas,” tegas Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Coki Manurung saat memberikan sambutannya.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung

Ditambahkan Coki, belakangan Kapolri memerintahkan agar menjaga situasi aman dan terkendali di wilayah hukum masing-masing.

“Jaga ulamamu, jaga fasilitas ibadah jangan sampai ada yang rusak dan terganggu. Sehingga, tercipta situasi aman dan terkendali. Jika negara kita aman maka pesta demokrasi ini juga akan berjalan aman,” ujar Coki.

Kapolda juga meminta agar situasi kondusif serta persatuan dan kesatuan NKRI ini hacur hanya karena disebabkan hoax, SARA serta hate speech.

“Saya selaku Kapolda memohon bantuan dari sua elemen agar bersama sama menjaga keamanan dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” tegas Kapolda.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menyampaikan jika Media Sosial saat ini menjadi alat utama dalam penyebaran berita hoax. Tentunya dengan tujuan untuk memecah belah umat, bangsa dan negara.

“Saya sangat berharap agar masyarakat diharap tidak mudah menerima informasi yang sumbernya belum jelas tersebut,” tegas Rohidin.

Hadir berbagai tokoh dan ulama di Bengkulu

Serupa disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu, Rohimin, meminta agar masyarakat tidak mudah mengindahkan suatu informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kondisi inilah yang harus kita antisipasi sejak dini. Sehingga tidak timbul perpecahan umat hanya demi kepentingan sesuatu kelompok,” tegasnya.

Pantauan jurnalis, hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 041 Gamas Kolonel Inf Irnando Arnold B Sinaga, para Rektor perguruan tinggi, Ketua MUI, netizen, blogger dan penggiat media sosial, serta ratusan pelajar, mahasiswa dan santri dari berbagai Ponpes se Provinsi Bengkulu. [Ifan Salianto]