Pembukaan kegiatan Jambore Satgas Anti Narkoba Sekolah (SANS) di rumah Dinas Wakil Gubernur Bengkulu, Jumat (13/4).

BENGKULU, PB – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah kembali mengingatkan kepada seluruh unsur Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Kepala Daerah tingkat dua agar tidak apatis terhadap seluruh rencana kegiatan positif yang akan dilaksanakan oleh pemuda.

Rohidin mengingatkan, sudah seyogyanya Pemerintah mengakomodir setiap kegiatan pemuda, baik itu tingkat sekolah maulun Organisasi Kepemudaan. Sehingga kondisi sinergitas antar unsur dalam upaya mewujudkan generasi muda berkualitas benar-benar terwujud.

“Saya sangat apresiasi dengan kegiatan ini. Siapapun yang peduli dengan pemuda maka sama saja peduli dengan masa depan bangsa Indonesia. Apalagi saat ini, kita harus benar-benar menyatakan perang terhadap Narkoba yang sejatinya akan sangat menghancurkan masa depan generasi muda kita,” ujar Rohidin saat membuka langsung kegiatan Jambore Satgas Anti Narkoba Sekolah (SANS) di rumah Dinas Wakil Gubernur Bengkulu, Jumat (13/4).

Dilanjutkan Rohidin, dia akan membuka ruang seluas-luasnya dan akan mendukung sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan positif pemuda di provinsi Bengkulu ini.

“Silahkan pergunakan Gedung Balai Daerah, Rumah Dinas Wakil Gubernur atau fasilitas lainnya untuk melaksanakan kegiatan kepemudaan. Saya juga selalu memerintahkan agar OPD terkait selalu memberi peran serta aktif kepada kegiatan-kegiatan seperti ini,” tegas Rohidin.

Tampak unsur Forkompimda Bengkulu hadir dalam pembukaan ini.

Sementara itu, Dedi Haryadi, Ketua Umum Satgas Anti Narkoba Sekolah (SANS) Provinsi Bengkulu mengatakan saat ini SANS masih sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. Khususnya soal seragam. Sebab, disejumlah daerah belum dilakukan pelantikan lantaran kendala seragam.

“Alhamdulilah, jauh hari ini kami mendapatkan bantuan rompi satgas dari Pelindo. Untuk itu, kami mengaharapkan agar kinerja SANS dapat berjalan aktif dan maksimal agar semua pihak mendukung dan ikut serta perduli dengan SANS dalam ikut membasmi peredaran Narkotika,” tegas Dedy.

Disisi lain, anggota DPD RI, Ahmad Kenedi mengatakan, dirinya berharap agar kegiatan ini dapat menjadi kegiatan rutin seluruh daerah yang ada di provinsi Bengkulu.

“Narkoba harus kita tindak dengan berbagai cara. Baik melalui upaya pencegahan hingga upaya penindakan oleh aparat hukum terkait. Jika Indonesia bebas narkoba maka jayalah Indonesiaku,” tegas Kenedi.

Pantauan Pedoman Bengkulu, jambore diikuti oleh 792 siswa SMA/SMK sederajat dari berbagai sekolah di seluruh Kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu kecuali Kabupaten Lebong dan Mukomuko yang tidak bisa ikut lantaran kendala transportasi. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari. [Ifan Salianto]