kepala BPOM Provinsi Bengkulu, Burhanudin Gumay

SELUMA, PB – Balai Pengawas Obat dan makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu melakukan pembinaan terhadap 3 desa di Provinsi Bengkulu. Satu diantaranya Desa Lawang Agung, Kabupaten Seluma sebagai desa untuk menjadi desa Pangan Aman (Desa Paman).

Hal ini, merupakan bagian dari pemantapan komitmen dengan pemerintah daerah serta Organisasi perangkat Daerah (OPD) di kabupaten Seluma untuk bersinergi dalam program ini.

“Komitmen dari pihak yang dibina tersebut sangat diperlukan agar program pembinaan dapat berjalan maksimal, termasuk komitmen dari pemerintah kabupaten Seluma,” kata kepala BPOM Provinsi Bengkulu, Burhanudin Gumay kepada Wartawan, Rabu (25/04/2018).

Menurutnya, dengan sudah ada komitmen bersama ini barulah dilakukan dan memberikan pendidikan serta pelatihan bagi para kader untuk kemudian diteruskan ke warga di wilayah pembinaan. Mulai dari Karang taruna, kelompok yanga ada di desa serta sekolah. Selain pembinaan dilakukan, warga harus mempraktikkan pengetahuan yang diterima dalam kehidupan sehari-harinya.

“Contohnya, industri rumah tangga dan pedagang keliling, mereka harus menerapkan penggunaan alat dan bahan yang aman dalam memproduksi pangan yang diperjualbelikan,” jelasnya.

Dalam program ini, dua desa juga dibina yaitu berasal dari Kabupaten Mukomuko, desa Panarik dan ujung Padang sehingga desa ini juga bersaing untuk menjadi yang terbaik.

“Yang terbaik, akan mewakili bengkulu ke tingkat Nasional di penghujung tahun 2018 ini,” tambahnya.

Terpisah, Bupati Seluma Bundra Jaya, menyambut baik akan program binaan dari BPOM ini. Sehingga seluruh OPD menjadi keharusan berkomitmen untuk ikut serta dan terlibat dalam pembinaan desa Lawang Agung.

“Saya minta seluruh OPD bisa ikut serta, sesuai fungsi masing-masing, “tandasnya.

Desa Lawang Agung mempunyai hasil produksi rumah tangga dari pepaya California, yang akan menjadi produk unggulan. Pihak BPOM, akan melakukan pembinaan secara menyeluruh terhadap sistem pengolahan produksi rumah tangga hingga akhir tahun 2018 ini. [Sepriandi]