Empat calon Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu periode 2018-2023 berfoto bersama usai debat kandidat putaran pertama di Grage Hotel Bengkulu, Sabtu (28/4/2018).

BENGKULU, PB – Debat kandidat pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu 2018-2023 putaran pertama di Grage Hotel Bengkulu, Sabtu (28/4/2018), berlangsung aman, damai dan sukses.

Dalam debat ini, mantan General Manager Rakyat Bengkulu Telivisi (RBTV) yang juga menjadi kandidat Wakil Walikota nomor urut tiga, Dedy Wahyudi, tampil memukau.

Meski tampil sendiri, Dedy Wahyudi tampak berhasil mengimbangi kandidat lainnya dalam beradu argumentasi dan melemparkan pertanyaan serta jawaban secara rasional, logis dan sistematis.

“Kami akan menerapkan sistem pemerintah berbasis IT. Ada 1.000 wifi gratis yang akan kami siapkan sehingga generasi milenial bisa mengakses internet hingga untuk kebutuhan lainnya. Ke rumah sakit juga tidak harus mendaftar ke rumah sakit. Bisa melalui sms atau online. Pelayanan publik juga bisa melakukan usulan tanpa harus datang ke kantor pelayan publik,” urai Dedy ketika diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi misinya.

Dedy juga secara tepat memancing kandidat lainnya untuk mendukung program Helmi Hasan, Walikota periode sebelumnya. Dalam hal ini, Dedy memancing kandidat lain dengan pertanyaan apakah setuju semua program yang dilaksanakan Helmi Hasan sebelumnya untuk dilanjutkan atau tidak.

“Kita di sini ingin adu gagasan dan ide. Masyarakat bisa melihat. Siapa sudah berbuat, dan siapa yang berjanji. Pemerintah sebelumnya telah membangun seribu jalan mulus, RSUD Kota, Samisake, taman-taman kota, trotoar dan sebagainya,” ucapnya meyakinkan dalam menanggapi pertanyaan yang ia lemparkan kepada paslon lain.

Dedy juga secara tepat menjelaskan tentang pentingnya menyetujui program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja dengan tetap mengantisipasi kerugian yang akan ditimbulkan dari program tersebut.

“Dalam KEK ada potensial lost, karena ada perdagangan bebas. Namun secara ekonomi makro, ketika investasi masuk, maka akan membuka lapangan kerja. Ini wajib didukung. Kami akan menyiapkan Perwal untuk mengatur hal tersebut. Kalau RTRW kita belum sesuai maka kita revisi. Kalau itu jalan kota maka akan dibangun,” demikian Dedy.

Debat kandidat pertama kali ini dimoderatori oleh Faisal Anwar, seorang Akademisi yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB). Debat kandidat berikutnya akan dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2018 dan yang terakhir tanggal 21 Juni 2018 mendatang. [Deni Dwi Cahya]