Ratusan Mahasiswa UNIB kepung kantor rektorat, Jumat (6/4/2018)

BENGKULU, PB – Polemik atas ketidakpuasan mahasiswa terhadap birokrasi sebuah kampus ternyata juga dirasakan oleh Mahasiswa Universitas Bengkulu (UNIB).

Mahasiswa UNIB yang tergabung dalam berbagai organisasi internal kampus, hari ini, Jumat (6/4/2018) menggelar aksi di depan Gedung Rektorat UNIB.

Mereka menuntut pihak rektorat terkait permasalahan fasilitas kampus yang dinilai kurang memadai, syarat cumlaude, transparansi anggaran kegiatan mahasiswa dan ormawa, keterbukaan informasi publik, pelayanan publik dan persoalan sengketa lahan kampus Pendidikan dan Jasmani (Penjas).

Pintu utama rektorat penuh sesak oleh mass aksi

Masa aksi terdiri dari perwakilan seluruh organisasi mahasiswa internal kampus berjumlah lebih dari 700 orang.

Aksi dimulai dengan long march dari Gedung Pusat Kreativitas Mahasisa (PKM) menuju gedung rektorat yang dikomandoi oleh Abdurrahman Soleh dan M.Nur Iman.

Setelah masa aksi melakukan orasinya dari perwakilan masing-masing ormawa, pihak rektorat memberikan kesempatan kepada perwakilan masa yang berjumlah 25 orang untuk bertemu rektor.

Menurut salah satu koordinator lapangan mengatakan bahwa permasalahan ini adalah masalah sama yang selalu muncul setiap tahunnya.

“Setiap tahun masalah ini selalu menjadi perdebatan antara mahasiswa dan kampus, tapi tidak pernah ada penyelesaiannya,” kata Abdurrahman.

Di sisi lain, aksi ini memang sangat perlu diadakan karena mengingat pentingnya permasalahan ini.

“Sudah 35 tahun Universitas ini berdiri, berkali-kali ganti rektor tetapi permasalahannya masih sama. Kita ikut aksi karena ini adalah panggilan jiwa seorang mahasiswa, mahasiswa yang peduli akan keadilan.” kata Jhon Kenedi Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Dengan aksi ini, mahasiswa UNIB berharap dapat memberikan keadilan kepada rekan-rekan mereka yang berada di Penjas dan PGSD.

“Harapan kami, untuk kawan-kawan kita yang berada di kampus penjas dan PGSD bisa merasakan minimal fasilitas yang sama dengan kita,”ungkap Jhon.

Setelah melakukan audiensi, Rektor UNIB Ridwan Nurazi menemui massa aksi. Dihadapan massa aksi, Ridwan menjelaskan sejumlah hal diantaranya memperkenankan mahasiswa untuk beraktifitas di malam hari hingga pukul 22.00 WIB.

Namun bila melewati jam tersebut harus seizin Universitas kecuali kegiatan internal kampus seperti pagelaran seni, musyawarah kerja dan lain-lain, bukan kegiatan yang bersifat eksternal mengundang pihak luar.

Mengenai lahan Gegung Penjas, Ridwan menyatakan bahwa sengketa masih dalam proses. Bila disetujui oleh Dirjen Dikti pada tahun 2018, maka fasilitas tersebut segera diperbaiki. Namun jika tidak akan dilakukan pada tahun 2019 mendatang.

Kemudian untuk fasilitas yang lainnya seperti peralatan belajar mengajar, pihak Rektorat akan melakukan musyawarah mengenai hal tersebut. Namun mengenai tranparansi dana, pihak Rektorat akan menyerahkannya kepada Dekan dan Wakil Dekat setiap Fakultas.

Kemudian mengenai syarat predikat cumlaude, lanjut Ridwan, tidak dapat diubah. Pasalnya, aturan tersebut sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan Kementerian Ristekdikti.

“Saya harap kepada adek-adek mahasiswa untuk menjaga setiap fasilitas yang ada. Jangan sampai rusak,” ungkapnya dihadapan para mahasiswa. [Deni Dwi Cahya]