Puluhan pemuda pemuda yang tergabung dalam Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Bengkulu melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, Senin (15/4).

BENGKULU, PB – Puluhan pemuda pemuda yang tergabung dalam Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kota Bengkulu Senin (15/4), melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu.

Baca juga : Soal Ucapan Sofyan, Kajari Bandingkan Alat Bukti dan Keterangan Saksi

Massa aksi meminta agar Kejari Bengkulu untuk mengusut dugaan-dugaan penyimpangan anggaran yang ada di Kota Bengkulu. Salah satunya terkait prasangka mantan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu, M Sofyan, atas penyimpangan anggaran yang ada pada dinasnya saat ia bekerja dahulu.

“Kasus dugaan penyalahgunaan APBD Kota Bengkulu Rp500 juta itu kan sudah terang, kita meminta Kejari segera menetapkan tersangka,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Pice Reli, mengenai prasangka M Sofyan tersebut.

Simak juga : Gerakan Antikorupsi Dinilai Tebang Pilih

Kasus itu bermuasal dari ucapan M Sofyan pada tanggal 6 September 2017 di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu. M Sofyan sendiri terjerat dalam kasus korupsi yang berbeda.

Setelah melakukan aksi, sebanyak tujuh orang perwakilan massa aksi diterima untuk berdialog dengan Kasi Penyidik Khusus (Pidsus) Kejari Bengkulu, Oktalian.

Lihat juga : Mencerdaskan Gerakan Anti Korupsi dan Kisah Sang Mualaf yang Melepaskan Status Tersangka Wali Kota Bengkulu

Oktalian menjelaskan bahwa bukti-bukti atas kasus yang ditangani kejari belum memenuhi syarat yang dapat menetapkan tersangka atas dugaan kasus tersebut.

“Kami dari tim Pidsus masih menggeber dengan mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan saksi-saksi. Yang sudah dipanggil akan dikaji agar bisa menetapkan tersangka dan tim pidsus memiliki komitmen dalam penyelesaian semua kasus. Untuk sementara belum ada indikasi penetapan tersangka namun kami akan terus selidiki kasus tersebut,” tegas Oktalian. [Ardiyanto]