REJANG LEBONG, PB – Sempat tak mendapat izin penyidik Satreskrim Polres Rejang Lebong untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), BP (18) pelajar SMKN 1 Rejang Lebong akhirnya bisa ikut UNBK di hari kedua pelaksanaan ujian.

Pihak sekolah terpaksa turun tangan meminta izin kepada pihak Polres Rejang Lebong, lantaran BP yang tengah menjalani proses hukum atas dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur beberapa waktu lalu.

Humas SMKN 1 Rejang Lebong Mirliyani menjelaskan, setelah pelaksanaan dari UNBK ini selesai, pihak sekolah akan menggelar ujian susulan untuk pelajar yang belum ikut ujian.

“Setelah selesai pelaksanaan UNBK ini, kita bakal gelar UNBK susulan. Salah satunya terhadap siswa kita (BP) yang tidak hadir pada hari pertama UNBK, karena belum mendapat izin dari Polres,” kata Mirliyani, Selasa (03/04/2018).

Dirinya juga tidak menampik kelalaian pihak sekolah yang terlambat melayangkan surat kepada Polres Rejang Lebong agar BP dapat ikut UNBK tepat pada waktunya.

Terpisah, Kanit PPA Polres Rejang Lebong Ipda Denyfita Mochtar menjelaskan, saat ini yang bersangkutan (BP) sudah diberikan izin untuk mengikuti ujian bersamaan dengan rekan-rekan sekolahnya.

“Meskipun sudah diizinkan untuk mengikuti ujian, kita tetap berikan pengawalan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP Chusnul Qomar melalui Kanit PPA Ipda Denyfita Mochtar, Selasa (03/04/2018).

BP terlihat datang bersama penyidik PPA Satreskrim Polres Rejang Lebong pada Selasa pagi menuju ruangan ujian. BP kemudian dibawa kembali ke Mako Polres Rejang Lebong pada Selasa siang usai menjalani ujian. [Benny Septiadi]