Kondisi Pustu Desa Telaga Dalam tampak sepi aktivitas dan terkesan terbengkalai

BENGKULU SELATAN, PB – Puskesmas Pembantu (Pustu) yang terletak di Desa Telaga Dalam Kecamatan Pino Raya terkesan terbengkalai. Sejak dibangun sekira tahun 2013 lalu, selama empat tahun Pustu yang dibangun di lahan hibah dari masyarakat ini tidak ada petugas kesehatan (Bidan Desa) baik PTT maupun ASN. Meskipun ada hanya petugas honorer. Jika tidak diisi dengan petugas medis yang tinggal dan menetap di Pustu, warga mengancam akan mengambil alih lahan ukuran 16 X 23 Meter yang telah dihibahkan.

Kepala Desa Telaga Dalam, Sirman menyampaikan lahan tempat berdirinya Pustu saat ini merupakan hibah darinya. Dan dirinya menghibahkan lahan tersebut untuk dimanfaatkan bagi kepentingan rakyat. Bukannya untuk ditelantarkan.

Lebih lanjut Sirman menyampaikan, sekitar empat tahun lebih tidak ada bidan PTT ataupun PNS di Pustu. Dulu pernah ada tenaga honorer yang bekerja di Pustu, bertahan selama dua tahun, namun pindah sekitar empat bulan lalu. Sempat diganti dengan dua orang bidan. Namun hanya masuk hari Senin dan Kamis serta hanya bertahan sekitar satu bulan lamanya.

“Dua bidan terakhir hanya bertugas sekitar sebulan. Sekarang ini sudah sebulan lebih kosong. Niat saya menghibahkan lahan ini untuk dimanfaatkan, bukan untuk ditelantarkan. Kalau memang Pemerintah tidak mau memanfaatkannya, biar kami ambil alih pemanfaatannya,” tegas Kades.

Padahal, lanjut Sirman, permasalahan ini sudah disampaikannya kepada wakil rakyat dan Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan. Namun keluhan masyarakat ini masih saja terjadi.

“Lah sering disampaikan, pada waktu reses dewan saya sampaikan. Pada waktu Musrenbang Kecamatan saya sampaikan dengan Kepala Dinas kesehatan. Setelah saya sampaikan, sempat ada petugas yang saya bilang hanya datang hari Senin dan Kamis. Sekarang sudah pindah,” imbuh Sirman.

Menurut Sirman, yang dibutuhkan oleh masyarakat Desa Telaga Dalam adalah Bidan Desa yang bertugas menetap dan berada di Pustu. Ini dipandang penting karena jarak dengan Fasilitas kesehatan lainnya cukup jauh dan akses jalan yang buruk.

“Ini sangat penting, bagaimana kalau ada warga yang sakit atau Ibu Hamil yang mau melahirkan. Kan repot, Pemerintah harus tegas, kasihan rakyat. Jangan sampai di desa seperti kami ini tidak ada tenaga kesehatan, sedangkan di daerah tertentu ada tenaga kesehatan atau bidan yang menumpuk,” pungkas Sirman. [Apdian Utama]