Asih Widiyanto (25) guru honorer di SMPN 26 Bengkulu Utara yang berada di Desa Arga Mulya Kecamatan Padang Jaya menandatangani surat perjanjian yang berisi permohonan maaf kepada semua jurnalis khususnya di Bengkulu Utara, kamis (26/4/2018).

BENGKULU UTARA, PB – Asih Widiyanto (25) guru honorer di SMPN 26 Bengkulu Utara yang berada di Desa Arga Mulya Kecamatan Padang Jaya menandatangani surat perjanjian yang berisi permohonan maaf kepada semua jurnalis khususnya di Bengkulu Utara, kamis (26/4/2018).

Asih Widiyanto melakukan permohonan maaf lantaran sudah memfitnah wartawan media Kabar Daerah online dengan menulis status di Facebook dengan akun facebook miliknya “Yayan Csl”.

Adapun status yang ditulisnya adalah “Adakah dalam Undang-undang jurnalistik memperbolehkan pemerasan…Cuma bermodalkan foto dari sosmed buat minta duit, kalau gk dikasi bakal dimasuki koran…???,“.

Kejadian berawal saat Jon (35) wartawan media online Kabar Daerah datang ke SMPN 26 Bengkulu Utara untuk meminta tanggapan dari guru terkait adanya postingan foto pada facebook salah seorang siswa SMPN 26 Bengkulu Utara dengan pakaian seragam sekolah lengkap dan tanda peserta Ujian Negara Berbasis Komputer (UNBK) masih tergantung di leher masing-masing, dan foto tersebut viral di facebook lantaran satu pelajar memegang rokok dan asap sedang mengepul ke udara.

Permintaan Asih di Facebook.

Namun saat Jon mengonkorfirmasi Kepala Sekolah SMPN 26 Widodo, ia tidak membantah hal itu. Bahkan ia mengakui sangat pusing dengan kejadian itu serta meminta tolong untuk tidak diberitakan khawatir jika hal itu beredar akan mengganggu konsertrasi dari siswa yang sedang UNBK. Setelah sepakat akhirnya Jon tidak memberitakan kejadian tersebut.

Karena merasa difitnah melakukan pemerasan, akhirnya Jon meminta klarifikasi ke Asih dan Widodo lantaran status facebook milik Asih sudah sangat menganggu dirinya. Namun saat ditemui akhirnya Asih Widiyanto meminta permasalahan status Facebook miliknya tidak diperpanjang dan berjanji tidak mengulangi.

“Saya khilaf, seharusnya saya berterima kasih karena Jon sudah tidak membuat berita foto anak murid kami merokok viral di Facebook, namun setelah ditolong saya malah malah memfitnah terhadap Jon. Saya sangat berharap agar permasalahan ini untuk tidak diteruskan ke penegak hukum, saya akui saya salah dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi,” ungkap Asih.

Update Facebook yang viral di medsos.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 26 Bengkulu Utara Widodo juga menyampaikan hal yang sama.

“Atas nama sekolah, kami berjanji untuk tidak mengulangi lagi dan kepada semua wartawan agar permasalahan ini menjadi pembelajaran yang berharga bagi kami,” ujar Widodo. [Evi Kusnandar]