Ustadz Dr Dani Hamdani. Foto Istimewa.

BANYAK kaum muslim dan muslimah yang keliru dalam memahami perintah sholat. Kekeliruan itu adalah sebuah paradigma yang menjadikan sholat itu sebagai sebuah kewajiban, bukan kebutuhan.

Ustadz Dr Dani Hamdani dalam khutbahnya di Masjid Akbar At Taqwa Kelurahan Anggut Atas, mengatakan, sholat sebagai sebuah kewajiban atau kebutuhan memiliki indikatornya masing-masing.

“Kalau sholat itu sebagai sebuah kebutuhan, pasti dia akan dilakukan di awal waktu. Sementara bila sholat itu dinilai sebagai kewajiban, maka pelaksanaannya ditunda-tunda,” katanya saat khutbah, Jum’at (27/4/2018).

Ustadz Dani Hamdani menjelaskan, bila sholat itu dianggap sebagai kebutuhan, maka orang akan merasa senang dan menunggu-nunggu panggilan suara adzan.

“Sementara kalau kewajiban, suara adzan akan dianggap sebagai beban, mengganggu waktu untuk mengerjakan sesuatu yang lain selain sholat,” urainya.

Disamping itu, Ustadz Dani Hamdani melanjutkan, bila sholat dinilai sebagai kebutuhan, maka seseorang akan melaksanakannya dengan penuh kekhusyukan.

“Orang yang menganggap sholat sebagai kewajiban tidak akan pernah bisa khusyuk dan dia tidak akan bisa mencapai kesempurnaan dalam sholatnya,” ungkapnya.

Ustadz Dani Hamdani juga mengingatkan tentang sejumlah dalil-dalil perintah sholat, baik sebagai amalan yang pertama kali akan dihisab, tiang agama, dan pembeda antara seorang mukmin dengan seorang kafir.

“Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang senantiasa menganggap bahwa sholat itu sebagai sebuah kebutuhan, bukan kewajiban,” pungkasnya sembari menutup khutbah dengan doa. [Banjar Anyut]