Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung

BENGKULU, PB – Menjelang bulan puasa Ramadhan dan Pemilihan Walikota (Pilwakot) 2018, permasalahan peredaran uang palsu menjadi kekhawatiran tersendiri. Apalagi dalam dua momen tersebut, peredaran uang di tengah-tengah masyarakat cukup tinggi.

Hal ini khususnya setelah Polres Bengkulu mengamankan enam tersangka Pengedar Uang Palsu (Upal) di Jalan Bakti Husada (bengkel alat berat) pada tanggal 21 April 2018 kemarin.

Pelaku mengaku telah mencetak kurang lebih sekitar Rp178 juta dan masih ada sejumlah uang yang beredar. Sasaran yang mereka incar untuk mengedarkan upal adalah warung-warung atau toko-toko kecil yang tidak memiliki mesin pemeriksa uang.

Mengenai hal ini, Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Coki Manurung menghimbau agar masyarakat berhati-hati dalam bertransaksi uang.

“Saya harap masyarakat selalu berhati-hati karena pada Sabtu (21/4) lalu anggota Polisi Gading Cempaka baru saja mengamankan enam pengedar uang palsu,” tegas Kapolda Bengkulu Brigjen Coki Manurung di Mapolres Kota Bengkulu, Kamis (26/4).

Kapolda juga menjelaskan bahwa masih banyak uang palsu yang masih belum di temukan pihak kepolisian. Untuk memberantas peredaran tersebut polisi terus bersinergi untuk menuntaskan peredaran tersebut.

“Kalau kita lihat ratusan juta uang palsu yang dilakukan oleh para tersangka tersebut adalah untuk mencari keuntungan semata. Ada Rp160 juta yang belum beredar, kami juga meminta kepada masyarakat waspada. Dan jika ada uang yang mencurigakan segera melapor. Sebab produk uang palsu itu merupakan dari tersangka yang tertangkap,” jelas Kapolda. [Ardiyanto]