Putra rela menjadi penyemir sepatu untuk tetap bisa melanjutkan sekolah

REJANG LEBONG, PB – Kisah haru datang dari seorang anak bernama Putra (12) warga gang Dodon Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Curup, Rejang Lebong, yang gigih bekerja demi mengenyam pendidikan yang lebih baik.

Putra saat ini duduk dikelas 5 SD Muhammadiyah Curup, harus meninggalkan masa-masa bermainnya seperti anak kebanyakan demi bekerja sebagai tukang semir sepatu sepulangnya dari sekolah.

Sejak setahun terakhir, Putra menjadi tukang semir sepatu, dengan harapan uang yang di hasilkannya dari bekerja sebagai tukang semir sepatu dapat disisihkan untuk ditabung, sebagai bekal untuk menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) nantinya.

Setiap satu pasang sepatu yang ia semir, Putra menerima upah Rp5000 dari orang yang menggunakan jasa semir sepatunya. Rata-rata dalam sehari Putra mampu mengumpulkan uang hingga Rp20.000, yang sebagiannya ia tabung dan sisanya ia pergunakan untuk uang saku ke sekolah.

“Kalau penghasilan dalam sehari tidak tentu, biasanya dapat Rp20.000 dalam sehari, uang itu untuk ditabung om, untuk biaya aku masuk SMP kelak,” tutur Putra kepada Pedoman Bengkulu disela-sela menyemir sepatu, Selasa (17/04/2018).

Hidup serba kekurangan tak lantas membuatnya menyerah dengan keadaan, karena sang ayah kesehariannya hanya berjualan pakaian ke pekan-pekan (Pasar) dengan penghasilan seadanya, sementara sang ibu hanya mengurus rumah tangga.

Meski dalam kondisi ekonomi yang sulit, keinginan Putra untuk mengenyam pendidikan yang lebih baik patut diacungi jempol. Karena ditengah keterbatasan, ia masih semangat untuk terus sekolah dan meraih cita-citanya

“Dengan kerja aku bisa terus sekolah. Dengan sekolah aku pasti bisa jadi orang besar (sukses) kelak, dan bisa membanggakan kedua orang tua,” pungkas Putra dengan mata yang berkaca-kaca. [Benny Septiadi]