Massa aksi dari Gerakan Muslimah Bengkulu (GMB) saat menggelar aksi menuntut tindak tegas dari pihak kepolisian terhadap Sukmawati atas puisi yang pernah dibacakannya di Simpang Lima Ratu Samban, Senin (9/4/2018).

BENGKULU, PB – Sebanyak 25 orang massa perempuan gabungan dari Barisan Muda Penegak Amanat Nasional Bengkulu (BM PAN), Wahana Muda Indonesia Bengkulu (WMI), Perempuan Penegak Amanat Nasional (PUAN), Persatuan Remaja Islam Masjid Dewan Masjid Indonesia (Prima – DMI) yang mengatasnamakan Gerakan Muslimah Bengkulu (GMB) menggelar Aksi Unjuk Rasa (AUR) menuntut tindak tegas dari pihak kepolisian terhadap Sukmawati atas puisi yang pernah dibacakannya di Simpang Lima Ratu Samban, Senin (9/4/2018).

Pasalnya, GMB menilai puisi yang dibacakan oleh Sukmawati tersebut Kontroversial yaitu membandingkan Konde dengan Cadar, dan Kidung dengan Azan.

“Kami akan mengawal terus perkembangan tuntutan kami ini. Kami nilai jika puisi tersebut diduga berisi unsur-unsur penistaan agama dan ujaran kebencian yang tentu melanggar aturan hukum,” ujar Hernita Anggraini, Koordinator Lapangan (Korlap) saat berorasi di simpang lima Ratu Samban Kota Bengkulu, Senin (9/4).

Dikatakan Hernita, sebagai reaksi atas puisi yang dibacakan Sukmawati GMB menyatakan 4 pernyataan sikap. Diantaranya, pertama yaitu GMB mengecam dan mengutuk keras atas puisi tersebut dan segala bentuk ujaran kebencian yang berkonten SARA, merendahkan, menghina, melecehkan ajaran dan syariat agama dengan dalih apapun. Kedua, GMB menuntut pihak Kepolisian untuk memberikan perlakuan hukum yang berkeadilan dan setara sehingga, pelaku mendapatkan efek jera sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Ketiga, GMB menegaskan jika hijab, cadar ataupun adzan adalah bagian dari syariat Islam. Menghina cadar dan adzan artinya sama dengan menghina syariat Islam secara keseluruhan. Kami minta agar siapapun berhenti menyerang dan menunjukan ketidaksukaan terhadap ajaran Islam. Keempat, GMB menghimbau agar seluruh umat muslim agar tetap tenang dan menyikapi persoalan ini dengan bijaksana. Mari perkuat barisan, perkuat ukhuwah. Barang siapa yang menolong agama Allah maka Allah pasti akan menolongnya,” ujar Renita.

Pantauan Pedoman Bengkulu, AUR berlangsung damai dengan pengawalan ketat pihak kepolisian. Usai melakukan aksi, massa perempuan yang kesemuanya mengenakan cadar ini langsung membubarkan diri secara tertib. [Ifan Salianto]