Kapolres Rejang Lebong, AKBP Ordiva SIK

REJANG LEBONG, PB – Kasus pemotongan honor beban kerja (BK) di Kabupaten Rejang Lebong terus bergulir. Kasus yang melibatkan Kepala BPKD RL inisial SF dan RO selaku bendahara rutin sudah dilimpahkan ke tahap II di Kejaksaan Rejang Lebong.

Saat ini, proses hukum masih dalam pengembangan dan bakal menyeret satu tersangka baru. Berdasarkan petunjuk, Tim Jaksa Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rejang Lebong meminta AG selaku mantan bendahara pembantu di sekertariat pemerintah Rejang Lebong juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Berdasarkan petunjuk jaksa dan gelar perkara saudara AG kita tetapkan sebagai tersangka,” tegas Kapolres Rejang Lebong, AKBP Ordiva SIK, Rabu (04/04/2018).

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, AG belum juga diamankan, itu lantaran AG sudah pindah tugas ke Pekanbaru Riau.

“Kita akan mengirimkan surat pemanggilan terhadap yang bersangkutan (AG) untuk diambil keterangan. Jika tidak, ya sesuai prosedur, kita akan lakukan penjemputan terhadap yang bersangkutan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Terkait kasus pemotongan honor BK di 6 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini, terungkap pada Sabtu (11/11/2017) lalu, Tim Saber Pungli sempat mengamankan 3 orang ASN inisial SF, RO, dan AG.

Namun, SF (Kepala BPKD) dan RO (Bendahara Rutin Setdakab RL) ditetapkan tersangka, sedangkan AG (Bendahara Pembantu Setdakab RL) dilepaskan karena berstatus saksi. [Benny Septiadi]