Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama unsur Forkompimda Bengkulu meninjau lokasi yang akan digunakan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pelabuhan Pulau Baai, Sabtu (14/4/2018).

BENGKULU, PB – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Sabtu (14/4/2018), meninjau lokasi yang akan digunakan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pelabuhan Pulau Baai.

KEK di Pulau Baai ini ditargetkan dapat memberikan multiplier effect bagi kemajuan perekonomian Bengkulu.

Dengan adanya KEK ini, Pelabuhan Pulau Baai diharapkan dapat membawa hasil-hasil pertanian, perkebunan, hasil bumi, batu bara yang bisa di ekspor langsung dari Pelabuhan Pulau Baii serta industri-industri berbasis kelapa sawit.

Pemerintah Pusat juga mendorong agar kawasan Pelabuhan Pulau Baai juga dimanfaatkan untuk karantina hewan agar ke depannya Indonesia tidak selalu impor hewan.

“Selama ini ekspor bengkulu masih melalui pelabuhan yang ada di Sumatera Barat ataupun Lampung. Semoga progam ini bermanfaat bagi masyarakat dan kita mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian yang akan membangun sentral karantina hewan di Bengkulu,” kata Airlangga.

Menteri Perindustrian saat melihat peta rencana pembangunan.

Pantauan Pedoman Bengkulu, kedatangan Menteri Perindustrian tersebut disambut oleh Asisten II Setda Provinsi beserta jajaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. [Ardiyanto]