Kegiatan Family and Society Gathering yang digelar secara serentak di setiap LPKA yang ada di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati hari bhakti pemasyarakatan yang ke 54, Senin (17/4).

BENGKULU, PB – Dalam rangka memperingati hari bhakti pemasyarakatan yang ke 54, Senin (17/4), Perhimpunan Keluarga Berencana Bengkulu Indonesia (PKBI) dan Lembaga Permasyarakatan Khusus Anak (LPKA) melaksanakan Kegiatan Family and Society Gathering dengan tujuan untuk menggelorakan semangat anak yang ada di LPKA Kelas II Kota Bengkulu untuk terus meraih asa.

Kegiatan ini digelar secara serentak di setiap LPKA yang ada di seluruh Indonesia. Menariknya dalam acara ini juga digelar pemecahan rekor muri diantaranya ritual memohon maaf dan membasuh kaki orang tua oleh Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), lalu melukis, khatam Al-Quran, dan menampilkan kreavitas anak disetiap daerah.

“Setiap ABH berhak atas hak mereka yang nantinya akan dapat menumbuhkan kasih sayang, kebersamaan untuk masa depanya meski mereka masih menjalani hukuman,” ujar Ganang Utoyo, Kasi Pembina LPKA.

Selain itu Kepala LPKA Bengkulu Hari Winarca menjelaskan bahwa acara ini ditujukan untuk membuktikan rasa dukungan LPKA terhadap Anak yang tengah berhadapan dengan hukum.

“Kegiatan ini juga dapat membuat anak untuk meminta maaf kepada orang tua atas apa yang sudah dilakukannya serta tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dan sangat membantu ABH untuk meningkatkan kemampuan dalam hal positif serta PKBI Bengkulu selalu bersinergi guna memantau dan memperjuangkan hak-hak mereka,” ujar Hari.

Pantauan Pedoman Bengkulu, acara ini diiringi tabuhan dol dari LPKA dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan serta Penyerahan Surat Kerja Sama dari perwakilan Dukcapil Kota Bengkulu ke Perwakilan Kanwil Kemenkum dan Ham Bengkulu serta dihadiri Perwakilan Kanwil Kemenkun dan Ham Bengkulu Hanibal selaku Kepala Divisi Permasyarakatan, Kepala LPKA Bengkulu Hari Winarca, Kordinator Pembinaan ABH PKBI Bengkulu Anthoni, perwakilan Pj Walikota, orang tua ABH serta 68 ABH LPKA Bengkulu. [Ardiyanto]