Ilustrasi

JAKARTA, PB – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebutkan ada sekitar 200 ribu formasi atau kursi dalam lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS ) 2018. Dengan ratusan ribu lowongan tersebut diperkirakan jumlah pelamar mencapai 3 juta orang.

Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) BKN Mohammad Ridwan mengatakan, profesi PNS masih menjadi idaman masyarakat. Hal tersebut bisa terlihat dari banyaknya pelamar dalam lowongan CPNS pada 2017 lalu.

Dalam catatan BKN, jumlah pelamar dalam seleksi CPNS gelombang II 2017 mencapai 1.295.925 orang. Padahal, pemerintah hanya membuka formasi CPNS sebanyak 17.928 formasi.

Untuk tahun ini jumlah pelamar CPNS diperkirakan bakal lebih besar dibanding tahun lalu karena formasi yang disediakan pun lebih banyak. Pada 2018 ini, pemerintah menyiapkan kurang lebih 200 ribu kursi CPNS.

“Pasti lebih banyak jumlah pelamarnya, soalnya perkiraan kasar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) nanti sampai 200 ribu formasi yang dibuka, lebih banyak dari 2017,” ucap dia seperti dilansir dari laman Liputan6.com, Selasa (24/4/2018).

Lebih lanjut Ridwan menyatakan, jika benar formasi yang dibuka untuk 2018 mencapai 200 ribu posisi, ia memperkirakan jumlah pelamar tahun ini bisa sampai 3 juta orang.

“Kalau format BKN sampai 3,5 juta pelamar CPNS . Karena menurut informasi, nanti akan ada tambahan posisi baru, seperti guru, dosen dan dokter,” jelas dia.

Ketika ditanya terkait posisi mana yang nantinya akan paling banyak diminati oleh pelamar, dia bilang, belum bisa memberikan gambaran secara pasti.

“Pemerintah masih on going mengusulkan formasi pastinya. Kan disebutinnya (proses seleksi CPNS) baru akan dimulai pasca-pilkada nanti, tapi masih belum tahu kapan,” ujarnya.

Soal persentase jumlah pelamar dan formasi yang tersedia pada saat tes CPNS 2017 dibanding tes CPNS 2018 nanti, ia menyebutkan, proses penerimaan pada tahun ini masih tetap yang lebih banyak.

“Coba aja dihitung, saya rasa dari perhitungannya pasti tahun ini. Soalnya latar (belakang) pendidikan yang bisa ikut untuk proses seleksi juga makin banyak dibuka,” tandas dia. [AM]