Gulam Wahyudi, kakak kandung Kalman Damawi.

BENGKULU UTARA, PB – Pihak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara yang semula berencana memfasilitasi untuk melakukan perdamaian terhadap Kadispora Hendri Kisenjer dan Sekretaris Pariwisata Kalman Damawi yang bertikai saat melakukan rapat mengenai Alun-alun Rajo Malim di Sekretariat Pemda Bengkulu Utara, akhirnya menemukan jalan buntu.

Yang mana pihak Kalman tetap melaporkan Hendri ke Polres Bengkulu Utara.

“Kami sepenuhnya menyerahkan kasus ini ke pihak Polisi agar melakukan penindakan sesuai proses yang ada,” ungkap Gulam Wahyudi yang merupakan kakak kandung Kalman Damawi.

Gulam menjelaskan kronologis yang menimpa adik kandungnya tersebut yang mana pada hai Selasa (10/4/2018), Kalman mengikuti rapat di Pemda Bengkulu Utara membahas aset daerah.

Namun karena ada perbedaan pendapat tiba-tiba Bari yang merupakan seorang Kabid di Dinas Dispora mendatangi korban dan memukul korban di bagian kepala dan juga di tendang lututnya.

Sementara Hendri Kisenjer melakukan pemukulan dibagian belakang badan Kalman.

Sementara itu, Kapolres BU AKBP Ariefaldi Warganegara SH SIk MM melalui Kasat Reskrim AKP M Jufri SIK membenarkan, telah menerima laporan pihak keluarga Kalman Darmawi. Dipastikan oleh Kasat laporan akan segera diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Tentunya setiap laporan yang masuk akan kita proses,” kata Kasat.

Sedangkan Sekdakab Bengkulu Utara, Dr Haryadi MM, MSi menilai kejadian ini merupakan musibah disebabkan kedua belah pihak sama-sama terpancing emosi.

“Selaku pimpinan sekaligus orang tua, Saya merasa prihatin dan berharap kepada semua pihak untuk dapat menahan diri,” kata Sekda. [Evi Kusnandar]