Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Rejang Lebong, Hanapi sambangi SMPN 5 

REJANG LEBONG, PB – Pasca razia Satpol PP yang menjaring 14 pelajar di salah satu warung saat jam sekolah, Senin (09/04/2018) pagi. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rejang Lebong langsung menyambangi pihak sekolah, lantaran 13 remaja tersebut merupakan pelajar SMPN 5 Rejang Lebong.

Kepala Sekolah SMPN 5 Rejang Lebong, Amir Budiman mengaku kecolongan dan mengakibatkan para pelajar meninggalkan lingkungan sekolah pada jam belajar.

“Kita mengaku kecolongan atas bolosnya 13 orang siswa tersebut. Namun kami sudah memanggil orang tua yang bersangkutan untuk membuat surat perjanjian,” terang Amir Budiman, Selasa (10/04/2018).

Dalam surat perjanjian tersebut menyebutkan agar para pelajar tidak mengulangi perbuatannya, yaitu keluar pada jam sekolah berlangsung. Apabila terulang kembali dan terjaring Satpol PP, siswa yang bersangkutan siap untuk dikeluarkan dari sekolah.

Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Rejang Lebong, Hanapi menuturkan, pihaknya pekan lalu sudah menggelar pertemuan bersama pihak sekolah dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) agar dapat aktif melakukan pengawasan terhadap peserta didik.

“Pertemuan melalui MKKS sudah dilakukan, termasuk surat edaran Kepala Dinas juga sudah kita kirimkan beberapa hari yg lalu pada pihak sekolah, agar aktif memberikan pengawasan peserta didik agar tidak berkeliaran pada jam pelajaran,” tegas Hanapi.

Karena lemahnya pengawasan dari pihak sekolah, lanjut Hanapi, Disdikbud sudah melayangkan sanksi lisan pada sekolah yang membiarkan muridnya berkeliaran pada jam belajar mengajar.

“Hari ini kita sudah berikan teguran secara lisan pada pihak sekolah, lantaran lalai dalam mengawasi peserta didik. Apabila kedepan terulang lagi, sanksi lebih berat akan dijatuhi kepada pihak sekolah yang bersangkutan,” pungkasnya. [Benny Septiadi]