kedatangan Yulius ke kantor Panwaslu Kabupaten Bengkulu Selatan didampingi oleh rekannya, Budiman Jaya.

BENGKULU SELATAN, PB – Perekrutan anggota Panwascam dan Panwaslu Desa/Kelurahan di Kabupaten Bengkulu Selatan selalu menjadi sorotan publik.

Jika sebelumnya seleksi Panwascam dilaporkan hingga Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), kali ini perekrutan Panitia Pengawas Desa/Kelurahan di Kecamatan Seginim digugat. Dituding, seleksi Panwaslu tingkat Desa dan Kelurahan di Kecamatan Seginim terindikasi berbau Kolusi dan Nepotisme.

Oleh sebab itu, salah seorang peserta tes Panwaslu Desa di Kecamatan Seginim, Yulius MY melaporkan hal tersebut ke Panwaslu Kabupaten Bengkulu Selatan.

Dalam surat tertanggal 23 April 2018 tersebut, yang bersangkuta meminta membatalkan hasil seleksi PPL (panwaslu Desa/Kelurahan) di Kecamatan Seginim.

Alasannya, karena dalam proses seleksi dinilai banyak kejanggalan dan unsure kolusi dan nepotisme.

Dalam surat tersebut disampaikan beberapa kejanggalan yakni :

1. Calon peserta tes ada yang diberi piagam penghargaan (sertifikat) dari unsur Bawaslu.

2. Ada Calon peserta tes melengkapi persyaratan setelah penerimaan berkas ditutup.

3. Peserta tes ada yang sudah tahu kelulusan pada malam sebelum pengumuman.

Menurut Yulius, dikatakan terindikasi kolusi dan nepotisme karena yang dinyatakan lulus Panwaslu Desa/Kelurahan rata-rata memiliki hubungan dengan anggota/secretariat Panwascam Seginim.

Sebagaimana tertulis dalam surat tersebut, nama-nama anggota Panwaslu Desa/Kelurahan yang diduga ada hubungan dengan Panwascam/Sekretariat antara lain :

1. Mainayah, Panwaslu Desa Babatan, merupakan adik kandung dari Ketua Panwascam Seginim.

2. Anggara Putra, Panwaslu Desa Sukaraja, merupakan adik kandung dari salah seorang anggota Panwascam Seginim.

3. Elpa Septiana, Panwaslu Desa Dusun Tengah, anak kandung dari saudara kandung (Keponakan) dari Isteri Ketua Panwascam.

4. Peli Nopiarti, Panwaslu Desa Banding Agung, merupakan anak kandung dari saudara kandung (keponakan)dari Staf Sekretariat Panwascam

5. Dahara Manudi, Panwaslu Desa Darat Sawah merupakan adik sepupu dari salah seorang anggota Panwascam Seginim.

6. Irnita Gusti, Panwaslu Desa Kota Agung merupakan keluarga dekat dari salah seorang anggota Panwascam.

7. Hernita, Panwaslu Desa Muara Payang, merupakan keluarga dari mertua Ketua Panwascam Seginim.

8. Dapit Rosidi, Kepala Sekretariat Panwascam Seginim adalah adik kandung dari slaah seorang anggota Panwascam.

9. Budiman, Panwaslu Desa Sindang Bulan, merupakan pengurus BUMDes.

Dalam surat tersebut, juga dilampirkan surat pernyataan di atas meterai dari enam orang yang mengikuti tes Panwaslu Desa/Kelurahandi Kecamatan Seginim yakni Yulius (Durian Seginim), Budiman Jaya (Pasar Baru), Jemi Sastrawan (banding Agung), Tedy Dwiki Febri (Sukaraja) dan Sulasiah (Dusun Baru). Surat pernyataan tersebut memperkuat laporan yang ditujukan ke Panwaslu Kabupaten Bengkulu Selatan.

Menanggapi surat tersebut, hari ini Panwaskab Bengkulu Selatan hari ini, Jumat (27/4/2018) memanggil pelapor yakni Yulius untuk dimintai klarifikasi.

Dari pantauan Pedoman Bengkulu, kedatangan Yulius ke kantor Panwaslu Kabupaten Bengkulu Selatan didampingi oleh rekannya, Budiman Jaya.

“Kami berharap seleksi atau tes Panwaslu Desa dan Kelurahan di Kecamatan Seginim ini dibatalkan dan dilakukan tes ulang. Karena itu tadi sangat banyak kejanggalan dan terindikasi kolusi dan nepotisme. Jika Panwaslu Kabupaten tidak mengabulkan permohonan saya, maka saya melaporkan hal ini ke Bawaslu Provinsi Bengkulu,” jelas Yulius.

Senada dengan Yulius, Budiman Jaya juga mengaku bahwa proses seleksi Panwaslu Desa/Kelurahan di Kecamatan Seginim juga sarat ‘permainan’.

“Contohnya di Padang Lebar, kalau tidak salah peserta tesnya hanya satu orang yang berasal dari Desa Padang Lebar. Namun tidak lulus. Yang lulus malah dari orang yang berdomisili di Pasar Baru. Memang tidak masalah,meskipun dari desa atau kelurahan lain, tapi kan kurang enak dilihat,” jelas Budiman Jaya.

Sementara itu anggota Panwaslu Kabupaten Bengkulu Selatan Noor M Tomi membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut Tomi, sebelum meminta klarifikasi dari pelapor, Pnwaskab telah memanggil Ketua dan anggota Panwascam Seginim.

“Kemarin kamin sudah memanggil Panwascam Seginim. Versi Panwascam Seginim, proses seleksi Panwaslu Desa/Kelurahan sudah dijalankan sesuai prosedur. Langkah selanjutnya, persoalan ini akan dibahas melalui pleno. Bahkan nanti tidak menuntup kemungkinan, akan kita konfrontir atau mediasi antara pelapor dan pihak Panwascam,” ujar Noor M Tomi saat ditemui Pedoman Bengkulu di ruang kerjanya. [Apdian Utama]