BENGKULU, PB – Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain menyayangkan sikap Penjabat Walikota Bengkulu Budiman Ismaun yang menyatakan adanya penyiapan mutasi pejabat kepada media massa.

Menurut Teuku, sikap tersebut tidak elok ditunjukkan Budiman Ismaun mengingat kapasitas Penjabat Walikota bukan merupakan jabatan yang dipilih melalui pemilihan yang demokratis.

“Jangan kemudian carateker membuat kegaduhan. Tugas utama seorang carateker adalah mengawal proses Pilkada agar berjalan dengan lancar. Apakah ada keadaan genting sehingga harus dilakukan mutasi segera? Serahkan urusan menata birokrasi kepada kepala daerah terpilih,” kata Teuku kepada jurnalis, Senin (9/4/2018).

Hingga saat ini, lanjut Teuku, DPRD Kota Bengkulu belum menerima laporan apapun dari pihak-pihak terkait mengenai rencana mutasi tersebut.

“Yang harus dikawal adalah bagaimana ASN sekarang tidak berpolitik atau netral. Jangan penjabat merasa sebagai kepala daerah definitif. Yang dilantik ulang seharusnya adalah 52 orang sesuai rekomendasi Mendagri kemarin,” ungkapnya.

Dikonfirmasi, Pejabat Walikota, Budiman Ismaun tidak menampik kebenaran informasi terkait mutasi. Bahkan, Budiman mengakui jika draf mutasi saat ini tengah disusun oleh BKD Kota Bengkulu.

“Benar. Drafnya sedang disusun. Kita tunggu saja saatnya,” kata Budiman, Senin (9/4).

Ditambahkan Budiman, mutasi itu sangat diperlukan oleh seluruh jenis Organisasi. Apalagi dijajaran Pemerintahan. Tujuannya untuk meningkatkan dan memaksimalkan upaya pembangunan Kota Bengkulu.

“Semua eselon ada. Tunggu saja ya sedang disusun drafnya,” cetus Budiman. [Ifan Salianto]