Rapat untuk mengatasi kenaikan harga daging yang tengah melanda Kota Bengkulu di salah satu ruangan Kantor Pemerintah Kota Bengkulu, Kamis (12/4/2018).

BENGKULU, PB – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Badan Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Kota Bengkulu, Kamis (12/4) menggelar rapat untuk mengatasi kenaikan harga daging yang tengah melanda Kota Bengkulu.

Kendati belum merumuskan rekomendasi apapun, namun Disperindag Kota Bengkulu memastikan akan segera menindaklanjuti permasalahan ini hingga tuntas.

“Sejumlah keluhan dari pihak para pedagang akan ditimbang, termasuk saran dari Bulog Bengkulu telah kita tampung untuk selanjutnya kita sampaikan kepada Penjabat Walikota untuk diambil langkah solusi terbaik untuk menurunkan harga daging di pasaran. Ini menjadi agenda khusus yang harus kami selesaikan segera,” ujar Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Dewi Dharma usai rapat.

Dilanjutkan Dewi, pihaknya juga telah menyampaikan kepada para pedagang untuk mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat yaitu sebesar Rp80 ribu untuk daging beku dan Rp105 ribu per kilogram daging segar.

“Apabila ini tidak bisa maka Disperindag akan melakukan yang terbaik minimal tidak jauh dari harga yang ditentukan pemerintah,” ujar Dewi.

Selain itu, polemik lain yang muncul dari pengawasan Disperindag selama ini yaitu kenaikan harga daging ini juga disebabkan oleh tidak adanya sapi lokal yang bisa dipotong untuk selanjutnya dijual.

Kepala Disperindag Kota Bengkulu Dewi Dharma

Akibatnya, pihak Pemotongan hewan maupun toke sapi dengan sangat terpaksa mengimpor sapi dari kawasan Lampung dengan harga yang cukup tinggi.

“Seandainya saja para peternak kita sudah mampu menanggulangi kebutuhan sapi untuk dipotong, saya rasa kondisi seperti ini tidak terjadi. Harga jual daging juga tidak terlalu tinggi,” ujar Dewi. [Ardiyanto]