Plt Gubernur Rohidin Mersyah saat memberikan kata sambutan dalam Grand Opening Koperasi Syariah 212 yang pertama kali di Provinsi Bengkulu, Jum’at (6/4/2018).

BENGKULU, PB – Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, Koperasi Syariah 212 turut hadir dalam meningkatkan perkembangan pada sektor perdagangan.

Hari ini, Jum’at (6/4/2018) telah dilakukan Grand Opening Koperasi Syariah 212 yang pertama kali di Provinsi Bengkulu.

Koperasi Syariah 212 ini adalah koperasi yang didirikan atas inisiatif dari anggota alumni aksi 212. Ini merupakan keterpanggilan para alumni aksi 2 Desember 2016 untuk membangkitkan Izzah ummat Islam melalui jalan penguatan ekonomi berbasis keummatan dengan berjamaah.

Hingga kini, jumlah Koperasi Syariah 212 di seluruh Indonesia sekarang adalah 113 gerai, dan salah satunya berada di Bengkulu.

Dalam sambutan pengurus pusat Koperasi Syariah 212, Lukman Muhammad, mengungkapkan bahwa di Bengkulu ini memiliki potensi yang sangat besar.

“Dengan adanya gerai yang dibuka dengan dilandasi semangat spiritualisme yang tinggi, diyakini akan menggerakkan market-market lain di Bengkulu,” ucap Lukman.

Walaupun tidak semua barang ada di sini, namun Koperasi 212 diyakini akan mampu memenuhi kebutuhan anggotanya.

Di samping itu, acara ini juga dihadiri oleh Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah. Dalam sambutannya ia sangat mendukung adanya koperasi ini, bahkan saat ini ia sudah menjadi salah satu anggotanya.

“Sekarang ini perkembangan ritel dalam sektor perdagangan ini sangat pesat. Didukung dengan kerjasama yang baik, semangat kebersamaan, spirit dan amanah, kita optimis koperasi ini akan semakin berkembang,” ucap Rohidin.

212 Mart merupakan ritel modern yang mengutamakan kesejahteraan anggotanya dalam berbagi keuntungan.

Untuk mempertahankan eksistensi, Rohidin berharap Koperasi Syariah 212 dapat menjaga kepercayaan masyarakat.

“Selain memperhatikan keamanan, kesehatan produk, dan kenyamanan pembeli kita juga harus berani pasang harga yang bisa bersaing dan kompetitif dengan komoditi lain, tapi ingat bukan berarti murahan,” tutup Rohidin. [Deni Dwi Cahya]