Rapat Koordinasi Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba bersama Instansi Pemerintah di salah satu hotel ternama Kota Bengkulu, Selasa (10/4).

BENGKULU, PB – Berbagai upaya terus dilakukan guna mencegah penyebaran berbagai bentuk Narkotika di Bengkulu. Kali ini, pencegahan dilakukan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Caranya, setiap ASN yang ada di Pemerintah akan rutin mengikuti tes urine yang akan digelar oleh Pemerintah Kota Bengkulu dan Badan Narkotika Nasional Kota Bengkulu.

Bahkan, Pemerintah Kota Bengkulu dan DPRD Kota Bengkulu berencana akan membuat anggaran khusus untuk pembiyaan tes urine tersebut.

“Tidak hanya itu. Kita juga tengah merancang satu aturan baru yaitu ASN yang akan dipromosikan harus memiliki sertifikat bebas Narkoba,” ujar M Husni, Asisten III Pemerintah Kota Bengkulu dalam Rapat Koordinasi Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba bersama Instansi Pemerintah di salah satu hotel ternama Kota Bengkulu, Selasa (10/4).

Ditambahkan Husni, dirinya meminta kepada seluruh kepala OPD agar jeli ikut membantu pencegahan Narkotika di Kota Bengkulu.

“Informasi terbaru, Narkotika sudah masuk melalui pelajar sekolah. Harus benar benar diantisipasi. Kepala OPD harus jeli dengan gejala negatif Narkoba, baik dilingkungan kantor, tempat tinggal hingga kepada pergaulan anak anak kita di sekolah maupun luar lingkungan Sekolah,” tegas Husni.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain mengatakan jika saat ini Kota Bengkulu sudah darurat Narkotika, sehingga dinilai perlu untuk dibuat peradilan khusus pelaku Narkoba.

“Beri perbedaan hukuman terhadap pengguna dan pengedar Narkotika hingga memberikan efek jera yang baik kepada mereka. Sebab, saat ini dari informasi beredar jika susah ada 72 jaringan pengedar Narkotika yang masuk ke Indonesia, tak terkecuali Kota Bengkulu. Jadi harus benar benarbditangani secara serius,” tegas Teuku.

Dibagian lain, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu, Nugroho Aji mengatakan jika mudahnya Narkotika merebak di Provinsi Bengkulu lantaran faktor ekonomi masyarakat yang masih lemah. Sehingga, hasil penjualan Narkotika sangat menggiurkan para pelaku.

“Kita sesegera mungkin harus besinergi membentuk Satuan Tugas Anti Narkoba, melakukan tes urine sesering mungkin serta melalukan sosialisasi bahaya narkoba kepada berbagai kalangan. Sehingga, celah untuk peredaran Narkotika tertutup karena Masyarakat cerdas untuk menjauhi Narkoba,” tegas Nugroho.

Pantauan Pedoman Bengkulu, acara yang dilaksanakan oleh BNNK Bengkulu ini diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari ASN dan Kepala kepala OPD. [Ifan Salianto]