Mantan Ketua DPD KNPI Bengkulu Batara Yudha saat berpidato dalam pembukaan Musdaprov KNPI Bengkulu ke XV di Gedung Daerah Balai Raya Semarak, Rabu (25/4/2018).

BENGKULU, PB – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Bengkulu Wibowo Susilo tidak mempersoalkan adanya klaim berbagai versi KNPI di Bengkulu.

Menurut dia, banyaknya organisasi pemuda justru menjadi hal yang positif selama organisasi tersebut melakukan hal-hal positif untuk membangun bangsa dan daerah.

“Tidak ada masalah ada empat KNPI di Bengkulu. Yang jadi masalah kalau dia ada empat tapi tidak berbuat apa-apa. Selama tujuannya bagus, jalankan. Tapi kalau sudah menyebarkan paham terorisme dan melawan Pancasila, kita lawan,” kata Bowo, sapaan akrabnya, Jumat (27/4/2018).

Mengenai polemik Musyawarah Daerah Provinsi (Musdaprov) KNPI Bengkulu ke XV di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bowo menjelaskan, ia terpilih secara aklamasi.

“Tapi memang tidak dihadiri DPP. Saat itu situasinya membingungkan apakah dilanjutkan atau tidak. Ada yang bersuara agar diskors. Tapi forum meminta dilanjutkan. Waktu itu ada tiga calon. Deno dan Sasriponi mengundurkan diri sehingga saya terpilih secara aklamasi,” ungkapnya.

Meski tanpa dihadiri DPP KNPI, namun ia optimis akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) pengesahan dari pusat.

“Pusat kan kepemimpinannya kolektif kolegial. Nanti keputusan Musdaprov Bengkulu ini akan dibawa ke dalam pleno. Jadi bukan keputusan mutlak ketua dan sekretaris,” imbuhnya.

Bila telah mendapatkan SK pengesahan DPP KNPI, Bowo menambahkan, ia akan menjalankan program yang mengarah kepada pembangunan karakter para pemuda di Bengkulu.

“Karena pemuda ini ada banyak aliran. Tidak bisa salah satu mendominasi. Yang hobi intelektualitas, lingkungan, politik, atau apapun, akan kita buatkan wadah dan salurannya. Biar KNPI menjadi cerminan semua pemuda di Bengkulu,” demikian Bowo.

Data terhimpun, sidang-sidang Musdaprov KNPI Bengkulu ke XV berlangsung dinamis. Sejumlah kegaduhan sempat mewarnai jalannya perdebatan di forum. DPP KNPI Pusat melalui Korwil Provinsi Bengkulu bahkan menghentikan Musda sampai waktu yang tidak ditetapkan.

Sementara KNPI Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Febri Yundiman terus menjalankan organisasinya dengan sejumlah program. Salah satunya memberangkatkan 40 orang untuk umroh gratis pada 24 April 2018 kemarin.

Mereka yang diberangkatkan berasal dari kalangan muadzin, marbot, mualaf serta orang yang memiliki peran di Bengkulu. Pada tahun mendatang, Febri berkomitmen memberangkatkan para pemuda yang memiliki peran aktif di Bengkulu.

Umroh Gratis Bersama KNPI ini bisa Febri laksanakan melalui perusahaan pribadinya sendiri. Hal ini ia lakukan untuk menunjukan bakti KNPI kepada Provinsi Bengkulu. [Banjar Anyut]