Bocah korban penganiayaan didampingi Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP2A) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kabupaten Seluma.

SELUMA, PB – Muhammad Saputra Pajarli atau Ruben (10) Warga Desa Karang Dapo Kecamatan Semidang Alas Maras, korban penganiayaan ibu kandung dan ayah tiri yang sempat viral dijejaring Sosial beberapa waktu lalu, terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu karena diduga mengidap gejala penyakit Leukimia atau Kanker Darah.

Hal ini diketahui setelah korban dibawa ke dokter spesialis anak yang didampingi Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP2A) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kabupaten Seluma, Selasa malam, (8/5).

Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas P3APPKB, Meli Atian mengatakan, tim PPTP2A yang juga berkerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma telah merujuk korban penganiayaan ke RSUD M Yunus Bengkulu karena kondisi korban sangat memprihatinkan.

“Setelah dibawa ke spesialis, kemungkinan ada gejala leukemia atau kanker darah. Kondisi korban juga mengkhawatirkan. Mengalami trauma, takut melihat orang yang baru saja dilihatnya,” jelas Meli diruang kerjanya, Rabu (09/05/2018).

Pihaknya kata dia, saat ini masih akan mengurus untuk jaminan kesehatan korban selama perawatan dirumah sakit, karena biaya PPTP2A terbatas dan akan mengajukan dana Pos bantuan ke Pemda Seluma.

“Sementara ini korban akan tetap dirawat. kita juga akan segera mengurus BPJS korban. karena dana tim terbatas, untuk sementara ini masih dibantu donasi kawan-kawan di dinas-dinas, sembari menunggu pencairan dana pos bantuan Pemda Seluma,” tambahnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada pihak keluarga korban yang ingin merawatnya, sehingga nanti akan di serahkan ke Panti asuhan di Bengkulu jika memungkinkan. Namun tim juga kebingungan untuk penjamin korban selama dirumah sakit.

“Belum ada dari pihak keluarga sampai saat ini yang ingin mengajukan merawat ruben, untuk menjamin dirumah sakit kita kebingungan, Mau ngurus BPJS Ruben kita mau minta Kartu Keluarga kepada keluarga itu simpang siur, apa lagi aktenya, tapi tetap BPJS akan kita usahakan diterbitkan,” tandas dia.

Pemda Seluma kata dia, telah berupa menolong korban, namun, jika seandainya ada para Darmawan yang ingin membantu tambahan biaya korban, pihaknya berencana akan buka pengendalangan dana. [Sepriandi]