Ilustrasi gedung KPK

JAKARTA, PB – Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka penerimaan suap. Selain itu, istri Dirwan, Hendrati, juga dijerat KPK sebagai tersangka.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan 4 tersangka yaitu diduga sebagai penerima DIM (Dirwan Mahmud), HEN (Hendrati), NUR (Nursilawati), dan diduga sebagai pemberi JHR (Juhari),” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (16/5/2018).

Dirwan diduga menerima suap sebesar Rp 98 juta dari Juhari selaku kontraktor. Basaria menyebut uang itu adalah bagian dari 15 persen commitment fee atas 5 proyek pekerjaan infrastruktur dengan nilai total Rp 750 juta.

“Jadi commitment fee sebesar Rp 112.500.000,” kata Basaria.

Basaria mengatakan tersangka lain yaitu Nursilawati selaku Kasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan berperan sebagai perantara. Sedangkan, istri Dirwan, Hendrati berperan menerima uang tersebut.

Atas perbuatannya, Dirwan, Hendrati, dan Nursilawati disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan, Juhari disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Berikut kronologi lengkap operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK:

Selasa, 15 Mei 2018
Pukul 16.20 WIB
Diduga terjadi penyerahan uang dari Juhari ke Nursilawati untuk diteruskan ke Hendrati di rumah pribadi Hendrati di Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pukul 17.00 WIB
Setelah memberikan uang itu, Juhari menuju ke sebuah rumah makan dan ditangkap tim KPK. Juhari kembali dibawa ke rumah Hendrati oleh tim KPK.

Pukul 17.15 WIB
Nursilawati pergi menuju ke rumah kerabatnya tetapi ditangkap KPK. Nursilawati kemudian dibawa kembali ke rumah Hendrati Tim KPK kemudian menyita Rp 75 juta dari tangan Nursilawati serta bukti transfer Rp 15 juta. Basaria menyebut Rp 13 juta di antaranya berasal dari pemberian sebelumnya. Nursilawati kemudian dibawa ke rumah pribadinya. Dari situ, tim KPK menyita Rp 10 juta.
Setelah itu, tim KPK menangkap Dirwan dan Hendrati di kediamannya untuk kemudian dibawa ke Polda Bengkulu untuk pemeriksaan awal.

Rabu, 16 Mei 2018
Pukul 09.30 WIB
Keempatnya diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Kemudian, KPK menetapkan keempat orang itu sebagai tersangka. Dirwan, Hendrati, dan Nursilawati dijerat sebagai penerima, sedangkan Juhari dijerat sebagai pemberi suap. [AM]