Pengamat Politik, Azhar Marwan

BENGKULU, PB – Bulan Ramadan merupakan bulan suci bagi umat muslim. Selain berpuasa, ramadan biasanya dimanfaatkan umat islam untuk meningkatkan ibadah dan ketaqwaan.

Menariknya, ramadan juga dimanfaatkan partai politik untuk menarik simpati publik untuk mendulang suara dan mengenalkan partainya. Bermacam kegiatan pun digelar selama ramadan.

Menurut Pengamat Politik Bengkulu, Azhar Marwan, momentum ramadan dijadikan parpol untuk menunjukkan eksistensinya. Terutama partai-partai baru yang ingin dipilih di Pemilu 2019.

“Ramadhan mampu menjadi momen bagi para partai politik mempertahankan eksistensinya di dunia perpolitikan nasional secara umum dan Kota Bengkulu secara khusus, bagi partai-partai yang baru memulai perjalanan politiknya,” ujar Pakar Politik Universitas Bengkulu Azhar Marwan, selasa (29/5).

Dijelaskan Marwan, bukan hanya di ramadan. Parpol juga harus jeli memanfaatkan setiap kesempatan atau momen untuk mengenalkan partainya menjelang Pemilu.

“Banyak cara yang dapat dilakukan pelaku politik untuk menarik simpati masyarakat, dan apapun cara yang di terapkan harus tetap sesuai dengan suasana ibadah. Dengan melakukan safari ramadhan di masjid-masjid mampu membuat masyarakat, paling tidak mengingat partai politik tersebut,” kata Marwan.

“Salah satu momen yang dapat dimanfaatkan bagi pengurus Parpol adalah dengan berbagi ilmu dan amal ibadah. Dengan safari ramadhan mengundang ustad dan buka bersama kaum dhuafa maupun masyarakat,” tandasnya.

Seperti diketahui, selama ramadan, sejumlah Parpol mulai bergerak manfaatkan momentum bulan suci ramadan dengan bermacam kegiatan seperti, berbagi takjil, sedekah, menyantuni anak yatim hingga menggelar pasar ramadan bagi masyarakat dan UMKM. [Ardiyanto]