Debat Kandidat tahap kedua, Rabu (9/5/2018)

BENGKULU, PB – KPU Kota kembali menggelar debat kandidat putaran kedua di Hotel Grage, Rabu (9/5).

Bertindak selaku moderator yakni Rektor Unihaz, Yulfiperius. Pada segmen kedua, moderator beri pertanyaan terkait ekonomi kreatif yang sesuai dengan Kota Bengkulu dan strategi pengembangannya kepada Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 3 Helmi-Dedy

Menurut Dedy, Globalisasi merupakan keniscayaan dan kita sudah masuk dalam era milenial. Karena itu, keberadaan ekonomi kreatif berbasis teknologi sangat penting bagi kemajuan Kota Bengkulu.

“Sekarang kita tak lagi bekerja secara fisik, tapi sudah berbasis teknologi informasi. Seperti profesi programer dan desain grafis. Apalagi profesi yang terkait dengan ide ini menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi devisa negara,” papar Dedy yang hadir sendiri tanpa didampingi Helmi Hasan.

Secara teknis, kata Dedy, ekonomi kreatif di Bengkulu akan diwujudkan dengan membangun Training Job Center (Balai Latihan Kerja) yang berbasis kearifan lokal.

“Selama ini kita punya kekayaan dari kain Batik Besurek yang tidak ada duanya dan khas Bengkulu, maka kedepan akan dibuat semacam Kampung Batik Besurek agar dikenal publik. Selain itu, nanti anak muda kita akan bikin sayembara kreasi desain batik besurek,” jelas dia.

Tak hanya meningkatkan skill para pelaku usaha mikro dan kreatif, Paslon ini juga berjanji akan memberi suntikan dana permodalan melalui program Samisake (Satu Miliar satu Kelurahan).

“Ekonomi mikro dan kreatif akan kita support pemodalan Samisake satu milyar 1 Kelurahan. Program ini sangat logis dan sebelumnya sudah banyak yang terbantu. Jadi tidak benar jika samisake itu gagal,” tegasnya.

Sesuai agenda, Debat Pilwakot putaran kedua ini mengusung tema Perkokoh NKRI dan Kebangsaan. [Ardiyanto]