Sri Hartati. Foto Istomewa.

BENGKULU, PB – Ketidakhadiran calon walikota Bengkulu periode 2018-2023 Helmi Hasan dalam debat kandidat Pemilihan Walikota (Pilwakot) yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu tidak mengandung masalah.

Anggota KPU Kota Bengkulu, Sri Hartati, menjelaskan, KPU tidak akan menjatuhkan sanksi terhadap pasangan calon (paslon) yang pada debat hanya dihadiri oleh satu kandidat selama ada dokumen berupa surat resmi dari lembaga yang bersangkutan.

“Apabila keduanya tidak hadir maka itu melanggar dan akan diberi sanksi, tapi kalau diantaranya ada yang hadir, itu tidak melanggar,” kata Sri.

Apabila kedua kandidat paslon tidak hadir, lanjut Sri Hartati, maka akan diberikan sanksi oleh KPU bahwa pasangan tersebut menolak untuk mengikuti debat dan iklan yang tersisa tidak akan ditayangkan.

“Kita sudah menyerahkan undangan kepada setiap paslon untuk hadir pada debat kandidat dan kita akan menggelar rapat evaluasi debat yang pertama untuk mengetahui mana yang harus diperbaiki,” paparnya.

Data terhimpun, sesuai jadwal, debat kandidat Pilwakot kedua akan dilaksanakan besok, Rabu (9/5/2018).

KPU Kota Bengkulu telah menerima surat izin Helmi Hasan sedang menjalankan ibadah yang disampaikan ke KPU sebelum pelaksanaan debat kandidat pertama pada April 2018 yang lalu. [Ardiyanto]