BENGKULU, PB – KPU Kota kembali menggelar debat kandidat putaran kedua di Hotel Grage, Rabu malam (9/5).

Bertindak selaku moderator yakni Rektor Unihaz, Yulfiperius. Pada segmen kedua, moderator beri pertanyaan terkait program unggulan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 ESD-AZA.

Paslon ini mengaku prihatin terhadap tingginya angka kemiskinan Kota Bengkulu yang berada diatas angka 19 persen. Karena itu, pihaknya menyiapkan sejumlah program untuk mengentaskan kemiskinan Kota Bengkulu.

Pertama, Paslon ini memaparkan program RT Mandiri dengan mengucurkan Rp100-300 Juta untuk tiap RT di Kota Bengkulu. Program ini diyakini akan efektif menekan angka kemiskinan.

“Program RT Mandiri dari Rp100 hingga Rp300 juta ini komposisinya adalah membangun infrastruktur jalan lingkungan dan drainase 10%, menciptakan 10.000 wirausaha baru, menciptakan badan usaha milik RT agar nanti bisa simpan pinjam disana,” jelas Erna Sari Dewi.

Selanjutnya, Paslon ini bakal mengeluarkan kartu ESD-Aza Peduli. Kartu ini adalah wujud pengintegrasian berbagai pelayanan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan, bantuan sosial, santunan warga kurang mampu atau hibah.

“Lewat program ini kami ingin memastikan seluruh bantuan pemerintah bisa sampai langsung kepada rakyat. Contohnya beasiswa dan asuransi kesehatan. Kita wujudkan pengentasan kemisinan lewat program kesejahtraan rakyat,” papar Erna.

Selanjunya, menurut paslon ini, pengentasan kemiskinan tak bisa dikerjakan sendiri. Perlu ada sinergi pemerintah pusat, provinsi dan seluruh warga masyarakat.

“Program ini sudah kita ukur dalam rangka untuk menjawab tentang permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi oleh kota Bengkulu,” kata Ahmad Zarkasi.

Sesuai agenda, Debat Pilwakot putaran kedua tadi malam mengusung tema “Perkokoh NKRI dan Kebangsaan”. [Ardiyanto]