Ketua Komisi III DPRD Seluma Tenno Haika

SELUMA, PB – Ketua Komisi III DPRD Seluma Tenno Haika meminta, Pemerintah Daerah Kabupaten Seluma terkhusus Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Para Camat agar tidak merekomendasikan seorang guru menjadi Pejabat Sementara (PJS) Kepala Desa.

Hal ini menurut Teno, karena Kabupaten Seluma masih sangat kekurangan guru. Seperti Desa kungkai Baru Kecamatan Air Periukan, Dinas PMD masih menunjuk seorang guru menjadi Pjs Kades.

“Kenapa harus guru, Ini jadi dilema mana yang harus di utamakan murid atau masyarakat,” kata Teno kepada wartawan, Jumat (25/05/2018).

Dia mengingatkan bahwa, Kabupaten Seluma, hasil ujian akhir pelajar selalu terpuruk. Mendapatkan peringkat terakhir dibandingkan Kabupaten lain.

“Apakah Pemda tidak berkaca dari hasil ujian ahir seluma selalu terpuruk di bandingkan dengan daerah lain. Seperti Kabupaten Benteng, baru seumur jagung selalu mendominasi hasil ahir. sementara seluma semakin terpuruk. Saya minta tinjau ulang penunjukan Pjs itu,” tendasnya.

Tenno menyarankan agar dinas PMD menunjuk salah satu ASN di Kecamatan untuk mengisi jabatan Pjs Kades Kungkai Baru.

Terpisah, Kepala Bidang Pemerintah Desa, Dinas PMD Seluma Arlan Aksa mengatakan, PMD tidak pernah melakukan intervensi terkait penujukan Pjs kades. Menurutnya, penunjukan Pjs sesuai dengan usulan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) masing-masing.

“Kami idak pernah intervensi, Pjs Kades sesuai usulan dari BPD yang dapat rekomendasi dari atasan,” tegas Arlan.

Terkait adanya oknum guru yang menjabat sebagai Pjs Kades, menurutnya tidak jadi masalah yang penting merupakan ASN Seluma.

” Selagi dia bisa, tidak masalah. Kalau Desa Kungkai Baru tersebut, sampai saat ini belum ada usulan untuk Pjs Kadesnya, masa jabatan kades saja habis bulan juli nanti, kalau belum ada SK Pjs keluar kita Plt kan dengan Sekdes,” tutup Arlan. [Sepriandi]