Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud

BENGKULU, PB – Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap empat orang di Bengkulu Selatan, Selasa malam (15/5). Salah satunya adalah Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud.

KPK menyita uang dari penangkapan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud. Uang yang disita sekitar Rp100 juta. KPK juga mengamankan keluarga Bupati, seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil), serta pihak swasta.

Bupati Dirwan menjabat sebagai Bupati Bengkulu Selatan pada periode 2016-2021. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Bengkulu Selatan.

Dikutip dari acch.kpk.go.id yang diakses pada Rabu (16/5/2018), Dirwan memiliki harta sekitar Rp 2,039 miliar.

LHKPN 2005

Dalam laporan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) 2005, Dirwan tercatat masih menjadi anggota DPRD Bengkulu Selatan. Saat itu dia memiliki harta tak bergerak berupa tanah seluas 600 meter persegi di Kabupaten Bengkulu Selatan dari warisan senilai Rp 10 juta.

Selain itu, dia juga memiliki tanah seluas 4.000 meter persegi senilai Rp 50 juta. Ditambah dengan tanah dan bangunan seluas 300 meter persegi dan 140 meter persegi senilai Rp 150 juta. Serta tanah dan bangunan seluas 60 meter persegi dan 70 meter persegi senilai Rp 80 juta.

Untuk harta bergerak, Dirwan memiliki mobil Isuzu Panther tahun 2012 senilai Rp 185 juta, mobil Nisan Trooper tahun 1995 senilai Rp 60 juta. Sepeda motor Honda 2001 yang masing-masing senilai Rp 12 juta dan Rp 15 juta. Serta sepeda motor Honda 2002 senilai Rp 12 juta.

Selain itu, Dirwan juga tercatat memiliki perkebunan rambutan dengan nilai Rp 30 juta. Perkebunan itu dia peroleh dari warisan pada 2003. Ada pun saat itu total seluruh kekayaan Dirwan mecapai Rp 954 juta.

LHKPN 2015

Pada 2015, status Dirwan adalah sebagai calon kepala daerah. Harta tidak bergeraknya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Tanah dan bangunan seluas 400 meter persegi dan 48 meter persegi senilai Rp 150 juta. Tanah dan bangunan seluas 60 meter persegi dan 72 meter persegi senilai Rp 80 juta. Tanah seluas 600 meter persegi senilai Rp 10 juta.

Disusul kemudian dengan tanah dan bangunan seluas 8.000 meter persegi dan 120 meter persegi senilai Rp 200 juta. Tanah seluas 4.000 meter persegi senilai Rp 50 juta. Tanah dan bangunan seluas 300 meter persegi dan 140 meter persegi senilai Rp 150 juta. Tanah dan bangunan seluas 800 meter persegi dan 150 meter persegi senilai 85 juta. Serta tanah dan bangunan seluas 450 meter persegi dan 211 meter persegi senilai Rp 200 juta.

Sementara harta bergeraknya terdiri dari mobil Isuzu Panther senilai Rp 185 juta. Mobil Nissan Trooper senilai Rp 60 juta, sepeda motor honda yang masing-masing senilai Rp 15 juta, Rp 12 juta dan Rp 12 juta. Ditambah lagi dengan sepeda motor Yamaha senilai Rp 20 juta. Hingga mobil Suzuku Baleno.
Di samping itu,

Dia juga memiliki perkebunan rambutan senilai Rp 30 juta. Disertai dengan kepemilikan logam mulia senilai Rp 30 juta dan benda bergerak lainnya senilai Rp 29,5 juta.

Terkait dengan giro dan kas lainnya, dia memiliki Rp 180 juta, serta hutang yang hanya sebesar Rp 79,02 juta. Serta hutang dalam bentuk pinjaman uang senilai Rp 79.629 juta. Seluruh kekayaan dia sejumlah Rp 1,548 milyar.

LHKPN 2016

Dibandingkan dengan LHKPN 2015, hampir tak ada perubahan berarti pada kekayaan Dirwan. Kecuali bahwa pada 2015, terjadi pada penambahan giro dan uang kas, serta penambahan aset di bidang peternakan yang melonjak cukup signifikan. Pada tahun ini, dia sudah menjabat sebagai Bupati Bengkulu Selatan.

Jika pada 2015 giro dan kas milik Dirwan senilai Rp 180 juta, pada 2016 ini jumlahnya melonjak jadi sekitar Rp 471 juta. Ditambah dengan aset peternakan senilai Rp 200 juta. Dengan demikian, total seluruh kekayaan Dirwan senilai Rp 2,039 miliar. [AM]