Kebakaran melanda rumah milik Marjoni warga RT 23, Perumahan Pinang Mas Bentiring, Muara Bangkahulu, Selasa (29/5/2018).

BENGKULU, PB – Dalam keadaan kosong, sebuah rumah milik Marjoni warga RT 23, Perumahan Pinang Mas Bentiring, Muara Bangkahulu, terbakar, Selasa pagi (29/5/2018) sekitar pukul 10.30 WIB.

Pemilik rumah merupakan salah satu anggota polisi yang bertugas di Polsek Muara Bangkahulu. Pada saat kejadian kondisi rumah sedang kosong.

Kondisi rumah yang terkunci menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk memasuki rumah tersebut.

Alhasil, untuk memadamkan api tersebut pemadam kebakaran harus mendobrak rumah untuk menyelamatkan barang-barang yang tersisa.

Keberadaan rumah yang berada di daerah padat penduduk menyebabkan api cepat merambat ke rumah di sekitarnya. Namun karena cepat diatasi, kebakaran tersebut tidak sampai melalap rumah lainnya.

Diungkapkan Enah, pemilik rumah yang berada tepat disamping rumah Joni, belum diketahui penyebab utama kebakaran tersebut.

“Saya sedang menidurkan anak saya yang masih kecil, tiba-tiba banyak teriakan dari warga yang mengatakan kebakaran, saya langsung panik dan keluar rumah,” ungkap Enah.

Mendengar teriakan tersebut Enah melihat ke luar rumah dan didapati warga sudah ramai berusaha memadamkan rumah milik Joni yang sudah dipenuhi asap dan api besar.

“Saya terkejut melihat rumah yang berada di sebelah sudah dipenuhi asap tebal dan api yang besar, bersama warga kami langsung mengeluarkan barang barang yang ada di dalam rumah,” imbuhnya.

Untuk memadamkan api tersebut, diterjunkan 9 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kebakaran

Syaiful Affandi selaku Kepala Dinas (Kadis) Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu, mengungkapkan bahwa pada saat kebakaran terjadi, rumah sedang dalam keadaan kosong.

“Pada saat kebakaran rumah sedang dalam keadaan kosong, kita sempat mendobrak kaca rumah. Kalau kendala tidak ada cuma Standar operasional prosedur (SOP) kita lebih menyelamatkan rumah-rumah yang ada disekitar baru ketika mobil sudah berdatangan kita fokus ke rumah yang terbakar,” ungkap Syaiful.

Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Meski belum diketahui penyebabnya, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. [Deni Dwi Cahya]