Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud di rapat koordinasi pembangunan daerah, Senin (14/5)

BENGKULU SELATAN , PB – Dua tahun sudah Dirwan Mahmud dan Gusnan Mulyadi (Dirwan-Gusnan) memimpin Kabupaten Bengkulu Selatan. Melihat kinerja Bupati dan Wakil Bupati pilihan rakyat ini, sejak dilantik pada 17 Februari 2016 lalu trend perkembangan pendapatan daerah terus menurun. Kurun tahun 2016 sampai 2018 Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan mengalami penurunan sebesar Rp 164 Miliar.

Berdasarkan data dari Bappeda dan Litbang Kabupaten Bengkulu Selatan, tahun 2016 Pendapatan Daerah Mencapai Rp 1.064.869.273.653,- turun menjadi Rp 979.397.906.445 pada tahun 2017 atau turun sebesar Rp 85,4 Miliar. Jika dibanding tahun 2017, tahun 2018 kembali mengalami penurunan sebesar Rp 79,1 Miliar menjadi Rp 900.262.137.800.

Begitu pula halnya dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) juga mengalami penurunan. Dari Rp 290.132.627.000 di tahun 2016 turun menjadi Rp188.920.120.000 di tahun 2017 atau turun sebesar Rp101,2 Miliar. Di banding tahun 2017, tahun 2018 ini kembali terjadi penurunan sebesar Rp31,8 Miliar menjadi Rp157.046.079.000.

Data tersebut mengemuka pada saat Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah (Rakorbang) Triwulan I dan Perumusan Rancangan Akhir RKPD Tahun 2019 Serta Rancangan Akhir Renja OPD Tahun 2019 di Aula Bappeda dan Litbang Kabupaten Bengkulu Selatan, Senin (14/5/2018).

“Selama lima tahun terakhir Pendapatan Daerah mengalami pertumbuhan yang tidak terlalu signifikan. Hal ini terjadi karena salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan masih belum mampu menggali potensi dan peluang pendapatan secara optimal,” jelas Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Bengkulu Selatan, Jonior Hafis.

Statistik pendapatan Pemda Bengkulu Selatan 2014-2018

Sementara itu Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud dalam sambutannya meminta agar semua jajarannya melakukan evaluasi terhadap pendapatan daerah dengan mengoptimalkan dan meningkat pendapatan dari sumber Pandapatan Asli Daerah (PAD).

“Saya minta semuanya mereview kembali sisi penerimaan atau Pendapatan daerah. Sekarang ini kita masih mengotak-atik dana dari pusat. Sementara dana dari pusat itu terus menurun. Maka solusinya dari sumber PAD,” sampai Dirwan Mahmud. [Apdian Utama]