Penambang Batu dan Pasir di Kawasan Pantai Bengkenang Kecamatan Manna.

BENGKULU SELATAN, PB – Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu mewarning Penambang Batu dan Pasir di Kawasan Pantai Bengkenang Kecamatan Manna. Pasalnya pengambilan material batuan dan pasir tersebut tergolong illegal dan belum mengantongi izin.

Peringatan tersebut ditandai dengan pemasangan spanduk yang bertuliskan larangan menambang tanpa izin di pinggir pantai pada Selasa (15/5/2018).

“Kedatangan kami hari ini menyikapi adanya laporan yang masuk tentang aktivitas penambangan di sini. Sebelumnya kami dari ESDM juga sudah sering melakukan sosialisasi, namun tidak diindahkan. Untuk pengambilan batu hias memang sudah ada izinnya, namun untuk pengambilan material batu dan pasir itu tidak berizin,” sampai Kasi Pengusahaan Bukan Logam dan Batuan Bidang Minerba Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Didi Susanto.

Meski sudah sering diingatkan, jelas Didi, pihak ESDM Provinsi tidak bisa melakukan penindakan terhadap masyarakat yang melakukan penambangan, karena wewenang penindakan ada di tangan Aparat Penegak Hukum.

“Kami tadi sudah menemui Harmen, pemilik izin usaha Batu Hias, tapi dia bilang kalau untuk batu dan pasir bukan dia yang ambil. Nah artinya ada pengambilan batu dan pasir di area yang memiliki izin penambangan batu hias,” imbuh Didi.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Tanjung Beesar Kecamatan Manna, Jasrul Ramadhan mengaku sudah sering menyampaikan kepada masyarakat agar tidak melakukan pengambilan material batu dan pasir di Pantai Bengkenang.

Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu mewarning Penambang Batu dan Pasir di Kawasan Pantai Bengkenang Kecamatan Manna.

Namun di siis lain dirinya tidak bisa berbuat banyak. Karena sebagian masyarakat menjadikan hal tersebut sebagai mata pencaharian untuk menyambung hidup.

Dari pantauan Pedoman Bengkulu di lokasi, penambang rata-rata masih melakukan penambangan dengan cara manual dan tradisional. Penambang mengangkut pasir dengan menggunakan gerobak yang ditarik menggunakan sapi. [Apdian Utama]