Daging ayam potong yang dijual di Pasar Pekan Tradisional Pekan Sabtu

BENGKULU, PB – Menjelang ramadan 1439 Hijriah, harga ayam dan cabai di Pasar Kota Bengkulu mengalami kenaikan. Seperti halnya di Pasar Pekan Tradisional Kalangan yang berada di Pekan Sabtu. Salah seorang pedagang Tomi (30) mengaku sejak 2 minggu terakhir harga ayam memang sudah naik.

“Melambungnya harga ayam dan cabe di pasaran diakibatkan kurangnya stok, sedangkan kebutuhan masyarakat meningkat,” kata Tomi ketika ditemui di Pekan Sabtu, Minggu (6/5/2018).

Dirinya mengaku pasokan ayam yang ia jual ia beli langsung dari peternak ayam dengan harga Rp22.000,- per Kilogram, dan dijual ke pembeli Rp42.000,- per Kilogram.

“Sebelumnya, harga ayam saya jual ke pembeli Rp32.000,- per Kilogram, sekarang Rp42.000,- per Kilogram.

Menurut Tomi, harga ayam naik disebabkan virus yang menyerang ternak ayam sehingga sulit berkembang.

“Ayam banyak mati sebelum waktu panen akibat diserang virus. Karena itu ayam semakin sulit didapat,” katanya.

Sementara itu, harga cabai merah yang sebelumnya Rp34.000 per Kilogram, saat ini di Pasar naik menjadi Rp38.000,- hingga Rp40.000 per Kilogram.

“Cabai yang dijual di pasaran berasal dari petani cabai Bengkulu. Biasanya kalau cabe datang dari Jambi dan Padang, harganya bersaing, sehingga tidak mahal,” ujarnya. [rilis/Media Center Kominfo Kota Bengkulu]