Profesor Herlambang

BENGKULU, PB – Pakar Hukum Universitas Bengkulu (UNIB) Prof Herlambang menilai bahwa pihak Kepolisian harus memastikan adanya unsur kesengajaan menistakan agama dalam status Facebook yang ditulis oleh BN, oknum mahasiswa yang telah ditetapkan tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu, Senin (21/5/2018).

“Salah satu unsur pidana penistaan agama adalah apabila pelaku berniat memengaruhi orang lain tentang pendapatnya,” ujar Prof Herlambang, Selasa (22/5/2018).

Ia menjelaskan, BN harus memiliki unsur kesengajaan dan niat tujuan mempengaruhi orang lain melalui pendapat yang disampaikannya untuk menistakan agama.

“Seseorang tidak bisa dimintai tanggung jawab jika dirinya tidak memiliki unsur sengaja untuk mempengaruhi orang lain,” kata Prof Herlambang.

Prof Herlambang melanjutkan, dalam kasus dugaan penistaan agama oleh BN harus diketahui motif dari pelaku, apakah ungkapan pelaku lantaran membenci agama tertentu, atau pelaku seorang etnis yang hanya sekedar bicara saja.

“Segi bahasa yang digunakan pelaku memiliki filosofi tinggi. Pendekatan berbeda dan saya tidak tahu. Ini bisa dilihat apakah pelaku mengutip dari sumber atau tidak. Apabila dari sumber, dari mana sumber yang digunakan. Sementara pelaku tidak menyebutkan sumbernya. Maka menjadi tanggung jawab dia. Dia telah disebut sebagai penista agama dengan menyebutkan Tuhan. Bukan hanya Tuhan umat muslim tapi semua umat termasuk non muslim, walaupun di bawah terdapat lafas Allahu Akbar. Saya kira itu termasuk dalam penistaan agama,” tandasnya.[Ardiyanto]