Mantan Bupati Kepahiang, Bando Amin digiring menuju mobil tahanan, Senin (28/5/2018)

KEPAHIANG, PB – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang, Senin (28/5) menetapkan mantan Bupati Kepahiang, Bando Amin C Kader sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan lahan Tourism Informasi Center (TIC) di Kelurahan Dusun Kepahiang.

Selain Bando, mantan Kabag Pemerintahan Setdakab Kepahiang, Syamsul Yahemi dan Sapuan juga ditetapkan sebagai tersangka.

Dua tersangka langsung ditahan dan dibawa ke Lapas Curup. Sementara, Tersangka Syamsul Yahemi mendadak mengalami sakit jantung saat pemeriksaan di Kejari dan harus dilarikan ke RSUD M Yunus untuk pengobatan medis.

“Kita menetapkan 3 tersangka dugaan korupsi pengadaan lahan TIC. Hasil perhitungan BPKP akibat perbuatan ketiganya negara dirugikan kisaran Rp 3,3 Miliar,” kata Kajari Kepahiang, Lalu Syaifudin kepada wartawan di ruang Press Room Kejari, Senin (28/5/2018).

Kejari mengatakan, para tersangka terancam pidana paling lama 20 tahun penjara. Bando Amin dan Syamsul Yahemi dijerat dengan pasal 2 subider pasal 3 UU Tipikor jo pasal 55 KUHP jo pasal 22 angka 4 UU No 28 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Bebas KKN. Sedangkan Sapuan dijerat pasal 2, 3 UU Tipikor jo pasal 55 KUHP.

“Untuk peranan mantan Bupati Kepahiang kita saksikan di fakta persidangan nantinya. Selain itu, tersangka ini melakukan perbuatan tindak pidana Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) yang merugikan negara. Besar kemungkinan dalam kasus tersebut masih ada tersangaka lain yang terlibat, kita akan lihat nantinya,” ungkap Kajari.

Sebelumnya, tim Pidsus Kejari Kepahiang telah melakukan penyelidikan dan penyidikan intensif atas dugaan korupsi pengadaan lahan TIC seluas, 1,20 hektare tahun 2015 dengan dana Rp 3,7 miliar. Dari hasil penyidikan ditemukan nilai kerugian negaranya mencapai Rp 3,3 miliar. [Benny]