Kondisi jembatan Tanjung Agung yang sempat ambruk akibat tergerus air sungai yang meluap beberapa waktu yang lalu telah bisa dilewati, Senin (7/5/2018),

BENGKULU UTARA, PB – Setelah jembatan Tanjung Agung sempat ambruk akibat tergerus air sungai yang meluap beberapa waktu yang lalu, akhirnya hari ini, Senin (7/5/2018), pihak Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu telah selesai membangun jembatan beli dan sekarang sudah bisa dilewati kendaraan roda 2 dan roda 4 dengan kapasitas maksimal 4 ton.

“Pengerjaan jembatan sudah selesai dilakukan oleh Dinas PU Provinsi. Untuk itu bagi masyarakat dari Kota Argamakmur yang hendak ke Kota Bengkulu maupun sebaliknya dapat kembali melewati jembatan yang terletak di Desa Tanjung Agung Palik dengan ketentuan kapasitas maksimal kendaraan 4 ton,” ungkap Nirwan Tomeri, Camat Tanjung Agung Palik.

Ditambahkan oleh Camat Tanjung Agung Palik, untuk kendaraan jenis truk untuk saat ini tidak boleh melewati jembatan ini mengingat daya tampung beban jembatan tidak mampu menahan berat diatas 4 ton.

“Karena jembatan ini sifatnya hanya sementara dan lantainya dibangun dengan menggunakan papan kayu jadi tidak semua jenis kendaraan bisa melintas serta telah dipasang plang portal pembatas agar truk tidak memaksa untuk melalui jembatan ini,” ungkapnya.

Sementara itu Anton (34), salah seorang pegawai ASN di lingkungan Pemkab Bengkulu Utara mengatakan bahwa sangat terbantu dengan telah diperbaikinya jembatan tanjung agung tersebut.

“Saya tinggal di Kota Bengkulu jadi setiap harinya harus ke Kota Argamakmur sejak jembatan ini ambruk kami terpaksa melewati jalur alternatif yang jarak tempuhnya dua kali lipat. Kepada pak Plt Gubernur mewakili penguna jembatan ini, saya mengucapkan terima kasih dengan harapan tahun 2019 jembatan ini sudah di anggarkan pembangunannya secara permanen,” ujar Anton. [Evi Kusnandar]

Meski telah bisa dilewati, namun kapasitas tonase kendaraan tidak boleh melebihi empat ton.