Kuliah umum dengan tema Sosiologi Indonesia, Diskursus Kekuasaan dan Reproduksi Pengetahuan di Aula Kampus II UMB, Sabtu (5/5/2018).

Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) sukses menggelar kuliah umum di Aula Kampus II UMB, Sabtu (5/5/2018).

Mengusung tema “Sosiologi Indonesia, Diskursus Kekuasaan dan Reproduksi Pengetahuan”, kuliah umum ini menghadirkan penulia brilian, Hamzah Fansuri MA, sebagai narasumber.

“Peserta kuliah umum ini sekitar 80 orang terdiri dari mahasiswa prodi Sosiologi UMB dan mahasiswa Sosiologi Universitas Bengkulu, para alumni serta para siswa dari SMA 3 Kota Bengkulu,” ungkap Diki Susandi dalam laporannya selaku ketua panitia kegiatan.

Menurut Ketua Prodi Sosiologi Fisipol UMB Linda Safitra MSi saat diwawancarai oleh pedomanbengkulu.com mengatakan bahwa kuliah umum ini memiliki tujuan yang pada dasarnya untuk meningkatkan kemampuan kritis dari mahasiswa karena selama ini hanya terkurung dengan retorika perkuliahan di kelas sehingga tidak bisa membandingkan dengan realitas sosial yang ada di dalam masyarakat.

“Tema kuliah umum ini sesuai dengan judul dari buku penulis itu sendiri. Diharapkan agar mahasiswa bisa belajar bagaimana sebuah teori didalam sosiologi itu harus tetap dibandingkan dengan realitas sosial yang ada didalam masyarakat,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Linda, fenomena sosial digital yang diikuti saat ini terkadang tidak sesuai lagi dengan kondisi masyarakat.

“Kuliah umum ini bukan hanya sebatas ajang berkumpul yang diakhiri dengan foto bersama tetapi nanti akan ada sebuah tagihan berbentuk produk ilmiah dalam bentuk jurnal mahasiswa sosiologi. Jurnal ilmiah yang berisi tentang kajian-kajian yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi didalam masyarakat,” tegas Linda.

Setelah mengikuti kuliah umum ini diharapkan para peserta menjadi peka terhadap para penguasa, apakah penguasa itu benar-benar berada pada posisi yang netral atau hanya untuk kepentingan sendiri sebagai penguasa.

“Makanya kuliah umum ini dimulai dari sejarah setiap masa pemerintahan guna
menyadarkan mahasiswa itu sendiri bahwa kajian sosiologi itu tidak terlepas dari kekuasaan yang ada di negara ini,” imbuhnya.

Mahasiswa tampak antusias mengikuti kuliah umum ini.

Pantauan Pedoman Bengkulu, kuliah umum ini dihadiri oleh Wakil Dekan III Fisipol UMB, Drs Apandi MM dan dosen dilingkungan prodi Sosiologi UMB. [Nurhas Bunaida]