Dua dari tiga tersangka kasus dugaan penipuan travel umroh PT Madinah Iman Wisata saat dibawa ke Kejaksaan Negeri Bengkulu, Kamis (3/5/2018).

BENGKULU, PB – Setelah dua bulan lebih ditahan di Mapolda Bengkulu dua dari tiga tersangka atas kasus dugaan penipuan travel umroh PT Madinah Iman Wisata, yakni Candra Simamora dan rekanya Fuad Muchtar dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, Kamis (3/5/2018).

Kuasa Hukum Tersangka, Anastasya Pase, mengatakan, pelaku mengakui segala perbuatanya dan akan mengembalikan uang dari 46 orang jama’ah yang batal melakukan ibadah umroh senilai Rp2,5 miliar.

“Mereka mengakui perbuatannya dan akan mengembalikan jumlah uang yang mereka ambil dari korban,” ujarnya.

Diketahui, kasus penipuan tersebut sempat menjadi perhatian publik, lantaran 46 orang jamaah umroh batal berangkat tanpa alasan yang jelas.

Kasi Pidum Kejari Bengkulu, Rozano Yudistira, mengatakan, atas bukti-bukti yang diserahkan pihak penyidik, kedua tersangka dijerat pasal 372 dan 378 KUHP dengan hukuman masing-masing 4 tahun penjara. Sementara kedua tersangka saat ini dititipkan di Rutan Bengkulu selama 20 hari ke depan untuk proses selanjutnya.

“Hari ini kita limpahkan dan kita punya waktu 20 hari untuk tahap dua, dan seminggu sesudah tahap dua kita limpahkan ke Pengadilan Negeri,” ungkapnya.

Pantauan jurnalis, kedua tersangka sempat menjalani pemeriksaan kurang lebih satu jam dan selanjutnya keduanya dibawa ke rutan Bengkulu. [Ardiyanto]