Ilustrasi, penggeledahan KPK

BENGKULU, PB – KPK kembali melakukan penggeledahan terkait kasus suap Bupati Bengkulu Selatan nonaktif Dirwan Mahmud. Hari ini ada 4 lokasi digeledah KPK.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut penggeledahan terjadi di tiga rumah dan satu kantor yang juga merangkap rumah. Menurut dia, lokasi penggeledahan itu adalah dua rumah dari rekanan proyek dan dua lainnya rumah dari Pegawai Negeri Sipil pada Pemda Bengkulu Selatan.

“Hari ini, sejak pukul 10.00 WIB dilakukan penggeledahan di beberapa lokasi,” kata Febri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/5).

Lokasi yang digeledah antara lain:

– Rumah dan kantor di Iskandar Baksir, Batu Lambang, Kecamatan Manna
– Rumah di H Pudin, Ipul, Kecamatan Manna
– Rumah di A Yani, Kecamatan Manna
– Rumah di Buidani Masik, Kecamatan Manna

Selain melakukan penggeledahan, penyidik KPK juga memeriksa tiga orang saksi terkait kasus ini. Akan tetapi, Febri juga tidak menjelaskan lebih lanjut siapa saksi yang diperiksa oleh penyidik itu.

Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud terjerat operasi tangkap tangan KPK pada Selasa (15/5). Selain Dirwan, KPK juga menangkap istrinya, Hendrati, dan keponakannya, Nursilawati. Keduanya diduga menjadi penampung uang suap untuk Dirwan.

Dirwan diduga menerima suap dari kontraktor bernama Juhari lewat Hendrati dan Nursilawati.

Pemberian suap itu berkaitan dengan lima proyek infrastruktur berupa jalan dan jembatan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Dari proyek dengan nilai total Rp 750 juta itu, Dirwan diduga
mendapatkan commitment fee sebesar 15 persen atau Rp 112.500.000. [Zie Khausna]