Pasar Ramadhan Lapangan Setia Negara Curup

REJANG LEBONG, PB – Di Kabupaten Rejang Lebong terdapat makanan khas suku Rejang yang kerap disebut “Lemea”. Olahan makanan satu ini berbahan dasar bambu muda atau rebung yang dicincang halus kemudian difermentasi bersama ikan air tawar selama tiga hari hingga menimbulkan cita rasa asam, pedas dan gurih, dan akan jadi lebih nikmat jika ditambahkan sedikit santan saat memasaknya.

Khususnya di Rejang Lebong sendiri, menu makanan Lemea ini sudah cukup jarang ditemui diwarung-warung nasi. Namun sebagian besar warga Rejang masih sangat erat dengan makanan satu ini, karena memiliki citarasa yang unik.

Seperti halnya di Pasar Ramadhan Lapangan Setia Negara Curup, menu olahan dari bambu muda ini sangat diminati masyarakat, tak jarang menu ini ludes dalam sekejap lantaran tingginya minat masyarakat akan keunikan citarasa makanan khas Rejang ini.

Mimi (55) salah seorang pedagang Pasar Ramadhan di Lapangan Setia Negara Curup mengaku, gulai Lemea ini masih menjadi kuliner favorit bagi masyarakat lokal.

“Dalam sehari, kami bisa menjual hingga 20 potong, perpotongnya kami jual Rp15.000. Dan sebelum sore, biasanya sudah habis terjual,” ujar Mimi, Rabu (23/05/2018).

Selain Mimi, beberapa pedagang lainnya di Pasar Ramadhan Lapangan Setia Negara Curup, juga menawarkan menu Lemea sebagai menu santap saur atau menu berbuka puasa. Salah satunya adalah Karlina (33) ini juga kehabisan menu Lemea.

Lemea, Makanan Khas Rejang

“Khusus menu Lemea ini cepat sekali habisnya pak, itu menu yang paling dicari pembeli dibandingkan menu-menu lainnya,” ungkap Karlina kepada Pedoman Bengkulu, Rabu (23/05/2018).

Dulunya, Lemea hanya bisa dikonsumsi oleh kalangan menengah ke atas saja, namun seiring perkembangan zaman, makanan ini sudah dapat dinikmati semua kalangan karena sudah bisa dibuat setiap orang, dan bisa dibeli dibeberapa warung yang khusus menjual menu tersebut. [Benny Septiadi]