Bulan Ramadhan bukan alasan untuk tidak melakukan perjalanan seperti berburu tempat wisata di Bengkulu. Berwisata dalam suasana di bulan yang penuh berkah ini akan semakin menambah pengetahuan apalagi jika diiringi dengan berkunjung ke tempat-tempat religi.

Bagi umat Islam, berbagai aktivitas seputar bulan Ramadhan, seperti berbuka puasa yang sering disediakan oleh masjid-masjid besar di suatu kota, atau tarawih, menjadi kesempatan tersendiri untuk mengunjungi masjid-masjid bersejarah atau unik yang ada di Indonesia.

Di kota Bengkulu misalnya, ada Masjid Jamik yang juga menjadi wisata sejarah sekaligus wisata religi. Terkenalnya masjid ini bukan hanya karena keunikan bangunannya, melainkan sosok dibalik pendiri atau perancang bentuk masjid ini yaitu Pemimpin Besar Revolusi, Bapak Sukarno. Nah, masjid ini berkaitan erat dengan masa-masa pengasingan Bung Karno sekira tahun 1930.

Bulan Ramadhan seperti sekarang menjadi moment spesial untuk mengunjungi objek wisata religi. Banyak hal yang bisa didapat ketika berwisata religi, lalu apa sebenarnya manfaat wisata religi bagi para wisatawan?

1. Melepas kejenuhan

Seseorang memilih untuk berwisata tentu untuk melepaskan diri dari segala kejenuhan. Mungkin beberapa orang melepas jenuh dengan melakukan jenis wisata lain, namun bagi beberapa orang, berwisata religi atau mendekatkan diri pada suatu hal yang berbau religius akan membuat mereka kembali bersemangat dalam menjalani rutinitas atau aktivitas seperti biasa.

Wisata religi dapat dilakukan sendiri, atau bersama keluarga atau teman. Sangat wajar ketika seorang manusia berada di titik jenuh pada suatu kegiatan yang bahkan ia sukai sekalipun, dengan berwisata religi, ada energi positif yang bisa didapat.

2. Menyegarkan dahaga spiritual

Berbeda dari berkunjung ke tempat hiburan yang biasanya hanya dilakukan agar mendapatkan kesenangan sementara, wisata religi dapat membuat dahaga spiritual tersegarkan seketika. Walau bersifat personal, namun tujuan dari wisata religi cukup luas, setiap tempat yang masuk dalam kategori objek wisata religi akan membuat gairah cita rasa religiusitas meningkat.

3. Menjadi lebih bahagia

Sadar atau tidak, berwisata religi akan membuat hidup lebih ringan dan dekat dengan Sang Pencipta yang artinya hidup dapat menjadi lebih baik dan bahagia. Perjalanan yang dilakukan, ke manapun itu akan memberikan pelajaran berharga bagi dan juga akan membuat kebahagiaan bertambah. Sederhana saja, ini semua karena meningkatnya rasa percaya diri yang didapat dari hasil petualangan di sejumlah tempat baru.

Sekembalinya dari perjalanan wisata, dunia yang dilihat akan berubah menjadi sebuah tempat yang lebih cerah. Tidak ada lagi pandangan bahwa dunia begitu suram dan pekerjaan begitu berat karena setelah melakukan perjalanan religi, ada kekuatan positif sudah berada dalam diri .

Tentu, bagi setiap pribadi akan merasakan manfaat yang berbeda-beda dari berwisata religi. Di kota Bengkulu sendiri tidak hanya Masjid Jamik yang bisa dikunjungi, ada masjid-masjid megah lainnya, ada Makam Sentot Alibasyah dan lain-lain. [Eva De]