Kepala Desa Langgar Jaya, Salim.

KEPAHIANG, PB – Setelah bertahun-tahun sabar menanti, Kepala Desa Langgar Jaya Kecamatan Bermani Ilir, Salim, berharap proses pembangunan jalan ke kawasan desanya dapat dipercepat.

Sebab, kata Salim, Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan memasang tiang listrik di desa yang dihuni oleh 257 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah penduduk 887 jiwa tersebut.

“Kekhawatiran kami kalau seandainya jalan ini lambat dibangun, nanti pihak PLN akan mengalami kesulitan untuk memasang sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mengaliri listrik ke desa kami,” kata Salim saat dihubungi Pedoman Bengkulu, Rabu (23/5/2018).

Salim menjelaskan, seringnya turun hujan membuat jalan menuju ke desa mereka hancur lebur. Dengan tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir, warga desa mengkhawatirkan PLN tak bisa masuk untuk mengalirkan listrik ke desa mereka.

“Listrik ini usulan kami tahun 2017 kemarin dan alhamdulillah disetujui oleh PLN pusat. Tapi PLN kesulitan bawa tiang-tiang listriknya kalau jalannya nggak bisa dilalui,” ujar Salim.

Salim mengungkapkan, ia telah menemui Bupati dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepahiang. Pada intinya Pemerintah Kabupaten Kepahiang setuju agar jalan ini segera dibangun.

“Bupati sudah bersedia dialokasikan anggarannya di APBD Perubahan. Tapi kita nggak bisa nunggu lebih lama lagi. Terus saya temui Dinas PUPR. Katanya bisa saja kalau ada pihak ketiga bersedia membangunnya lebih dulu tapi dibayar belakangan. Mudah-mudahan ada pihak ketiga yang bersedia,” harap Salim.

Kondisi jalan dari dan menuju Desa Langgar Jaya saat ini. [Foto istimewa]
Salim berharap, pembangunan jalan ke kawasan desa mereka dapat memberikan kegairahan pembangunan di segala bidang kehidupan warga desa seperti berdirinya sarana pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.

“Karena mau bangun apa-apa di desa kami sulit. Harga semen misalnya, bisa tiga kali lipat dari harga normal. Karena tidak mudah membawanya dari luar masuk ke desa kami. Jadi kami berharap kondisi kami dapat benar-benar diperhatikan,” demikian Salim. [Banjar Anyut]