Aksi coret baju seragam rayakan kelulusan di Rejang Lebong, Rabu (2/4/2018)

REJANG LEBONG, PB – Kegembiraan kelulusan sekolah, nampaknya masih erat kaitannya dengan coret-coret seragam sekolah.

Padahal, Dinas Pendidikan sudah menghimbau dan melarang aksi coret-coret seragam sekolah saat pengumuman kelulusan.

Seperti di Rejang Lebong, Rabu (02/05/2018) siang pukul 14.00 WIB pengumuman kelulusan sekolah bagi pelajar tingkat SMA/MA. Dari 22 SMA/MA se-Kabupaten Rejang Lebong siswa berjumlah 3224 siswa seluruhnya dinyatakan lulus 100 persen.

Usai kelulusan, para siswa langsung menyambutnya dengan suka cita, termasuk dengan cara konvoi kendaraan, nongkrong di tempat-tempat wisata, serta coret-coret seragam sekolah sebagai ungkapan kegembiraan atas kelulusannya.

“Ini untuk kenang-kenangan kak, pastinya kami senang melakukan ini (coret-coret seragam), kawan-kawan sekolah lain juga seperti itu, sebagian kawan-kawan di lapangan setia negara, danau mas, kalau kami ya disini untuk nongkrong sekalian coret-coret seragam,” tutur Donald yang merupakan pelajar SMA di Kecamatan Curup saat ditemui di kawasan objek wisata Danau Talang Kering, Rabu (02/05/2018).

Ironisnya aksi coret-coret seragam dilakukan didalam lingkungan sekolah, seperti halnya di SMA PGRI 1 Rejang Lebong dan disaksikan Kepala Sekolah secara langsung.

“Kalau seharusnya tidak boleh dilakukan coret-coret, tapi bagi mereka (siswa) hal itu adalah seni dan kegiatan positif. Saya tidak menyuruh dan juga tidak melarang apa yang mereka lakukan, asalkan tidak membahayakan, yang terpenting jangan kebut-kebutan atau konvoi dijalan karena itu sangat berbahaya,” ungkap Kasidarmanto selaku Kepsek SMA PGRI 1 Rejang Lebong.

Sementara itu, Ketua MKKS SMA/MA Kabupaten Rejang Lebong, Hamdan Mahyudin mengungkapkan, sudah menghimbau pihak sekolah dan sudah berkordinasi ke pihak kepolisian untuk mengawasi dan melarang aksi coret-coret seragam sekolah saat pengumuman kelulusan.

“Kita sudah memberikan himbauan untuk tidak melakukan coret-coret saat merayakan kelulusan. Ada sanksi untuk yang melakukan coret-coret seragam tersebut, sanksinya mungkin akan kita tahan ijazahnya. Yang jelas kita sudah memberikan arahan dan melarang aksi coret-coret seragam sekolah itu,” tandas Hamdan Mahyudin. [Benny Septiadi]