KISTA pada umumnya ada pada bagian tubuh seperti rahim, namun rupanya kista pun bisa terjadi pada bagian dalam mulut. Waspadai akan benjolan yang berada pada area gusi dan sekitarnya karena meski tampak seperti gusi bengkak, ada kemungkinan bahwa benjolan tidak terasa sakit. Pada beberapa kasus yang ada, benjolan pada sekitar gusi merupakan kista sesudah diperiksa melalui rontgen.

Penderita selain tidak merasakan sakit di bagian gusi karena benjolan tersebut, pada umumnya mereka juga dapat makan dengan nyaman seperti tidak ada masalah. Bahkan proses mengunyah makanan pun tak ada gangguan sama sekali dan dapat dilakukan secara normal. Setiap orang perlu mengenal lebih jauh akan kista gigi yang ganas ini, salah satu dari jenis-jenis kista, walau di awal tampak bukan masalah besar.

– Gejala

Segala bentuk benjolan yang muncul tanpa alasan, khususnya bertahan cukup lama namun tak menimbulkan rasa sakit seharusnya memunculkan rasa kecurigaan dan penasaran. Ada kemungkinan bahwa beberapa gejala di bawah ini merujuk pada kondisi kista gigi yang berpotensi mengganas. Dilansir dari Halo Sehat, berikut beberapa gejalanya.

1. Ada benjolan yang dijumpai pada area gusi.
2. Benjolan dapat berukuran kecil atau besar, ada yang ukurannya bahkan sebesar kelereng.
3. Benjolan tidak terasa sakit.
4. Walau terdapat benjolan pada area gusi, masih bisa makan dengan normal dan mengunyah makanan tanpa hambatan.
5. Diameter benjolan hanya 1 atau 2 cm.

Benjolan yang terjadi dan muncul tanpa alasan di area gusi dapat disebut juga dengan kista radikular. Walau terkesan gejala timbul secara mendadak, sebenarnya tanpa disadari ada abses yang terbentuk lebih dulu sebelum benjolan kista tersebut. Kista ada setelah abses berisi nanah ada yang kemudian menjadi sebuah reaksi jaringan pada infeksi, atau yang kita sebut dengan granuloma.

– Penyebab

Kista gigi diketahui berupa kantong berisi cairan dan ada gigi pada kantung cairan tersebut sehingga dinamakan demikian. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko atau penyebab kista gigi antara lain adalah:

1. Trauma
2. Cedera pada area gusi dan gigi.
3. Sindrom genetik pada kasus yang cukup langka, seperti misalnya Sindrom Gorlin.
4. Gangguan pada pertumbuhan gigi sehingga gigi tidak berkembang dengan cukup baik sehingga gigi malah justru bisa terbenam di dalam gusi.
5. Perawatan sumber gigi tidaklah dilakukan dengan baik dan benar.

Timbulnya kista yang disebut dengan kista radikular diawali dengan karies pada gigi. Karies gigi sendiri merupakan suatu kondisi infeksi yang berisiko menyebabkan struktur gigi rusak dan bukan tak mungkin karies menyebar tak hanya dari gigi ke gigi lain. Penjalaran karies bisa sampai pada ujung akar gigi dan tanpa adanya perawatan gigi yang benar, kista radikular adalah efeknya.

Waktu menjalarnya infeksi hingga sampai di bagian ujung akar tergolong lama, belum lagi ditambah dengan abses berisi nanah yang terbentuk mendahului kista dan ada perubahan menjadi granuloma juga. Abses bisa saja langsung menjadi kista tanpa berubah menjadi granuloma lebih dulu dan hal ini ditentukan oleh pengaruh bakteri itu sendiri serta tingkat kekebalan tubuh penderita.

Jika mengalami gejala seperti di atas, maka segera periksa ke dokter. Kista gigi yang ganas bisa sampai merusak fungsi keseluruhan gigi, gusi dan kesehatan mulut. Oleh sebab itu, diperlukan adanya tindakan cepat untuk mengatasinya sewaktu benjolan mencurigakan dijumpai. [Eva De]