Menjalankan puasa di bulan ramadhan mengharuskan tubuh beradaptasi dengan perubahan, baik itu kebiasaan makan, waktu tidur, dan jadwal olahraga.

Agar puasa yang dijalani tetap lancar dan tidak mengganggu aktivitas harian, tubuh perlu menyiapkan diri dengan segala perubahan selama puasa. Caranya dengan mengubah semua kebiasaan yang kurang baik dan kurang sehat yang sebelumnya sering dilakukan. Dilansir dari Hello Sehat, ini kebiasaan kurang baik yang harus diubah menjelang puasa:

1. Minum minuman berkafein

Kafein terdapat pada berbagai jenis minuman seperti kopi, teh, cokelat, juga pada minuman energi. Walaupun kafein dapat meningkatkan konsentrasi dalam beraktivitas, jika terlalu sering dikonsumsi tentu akan ada efek sampingnya pada tubuh.

Saat terbiasa minum lima gelas kopi dalam sehari maka tubuh akan terbiasa dengan banyaknya asupan kafein tersebut. Padahal, selama bulan puasa tak bisa minum kopi sebanyak itu.

Nah, sementara jika mengurangi asupan kafein secara mendadak dapat menyebabkan sakit kepala, gampang marah, dan mengantuk. Tentunya kondisi tersebut akan memengaruhi ibadah puasa. Itulah sebabnya, kebiasaan minum kopi yang biasanya dilakukan harus dikurangi sebelum ramadhan tiba.

Asupan kafein yang dianjurkan adalah 400 miligram (mg) per hari untuk orang dewasa, setara dengan empat cangkir kopi seduh atau dua kaleng minuman energi. Sementara untuk ibu hamil direkomendasikan asupan kafein tidak melebihi 200 mg per hari.

Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mengurangi kafein, tapi sebaiknya ini dilakukan menjelang ramadhan, supaya efeknya tidak berisiko mengganggu puasa. Artinya, kurangi asupan kafein sebelum puasa dan terapkan rutinitas ini selama puasa.

Cleveland Clinic di Abu Dhabi menyarankan bila suka minum kopi hingga empat gelas sehari, maka kurangi hingga satu gelas saja per hari yang sebaiknya diminum satu atau dua jam setelah berbuka dengan kopi decaf, yaitu jenis kopi yang kadar kafeinnya sudah diturunkan sampai level terendah. Ini lebih aman untuk tubuh selama berpuasa.

2. Pola makan tidak teratur

Sering menunda waktu makan atau pola makan tidak teratur bisa membuat pencernaan menjadi buruk. Namun, sebaliknya jika sangat suka makan dan porsinya melebihi porsi seharusnya juga tidak bagus untuk kesehatan. Apalagi jika termasuk orang yang cuek dengan menu makanan yang dimakan.

Semua itu bisa diubah dengan melakukan puasa. Akan tetapi, tubuh perlu penyesuaian sehingga harus melatih mengubah pola makan tersebut agar puasa tetap lancar. Kurangi porsi makan secara perlahan, secukupnya saja sebelum menjalani puasa dan atur kembali waktu makan. Jangan lupa untuk memilih makanan yang sehat dan memberikan nutrisi pada tubuh.

Dengan demikian, tidak perlu khawatir lagi merasakan kelaparan atau gangguan pencernaan lainnya selama berpuasa. Ini memberikan manfaat lebih, bukan hanya mengubah untuk memiliki pola makan sehat teratur, tapi juga mengendalikan berat tubuh agar tetap ideal.

3. Suka begadang

Kebiasaan begadang atau tidur larut malam membuat sulit untuk bangun pagi. Akibatnya, melewatkan olahraga pagi dan juga sarapan. Bila kebiasaan ini terus dilakukan sampai hari puasa tiba, bisa-bisa melewatkan waktu sahur.

Padahal waktu sahur adalah waktu terpenting untuk mengisi tubuh dengan makanan sehingga dapat bertahan tidak makan dan minum selama kurang lebih 13 jam setelahnya.

Untuk itu, sebaiknya hindari kebiasaan tidur malam dan begadang sebelum memasuki bulan puasa. Cukupi kebutuhan tidur dan atur waktu tidur supaya terbiasa bangun pagi untuk sahur. Memperoleh tidur yang cukup, membuat tubuh lebih kuat dari penyakit. Jadi, kemungkinan sakit di awal puasa bisa dihindari.

4. Merokok

Sulit memang membuat diri berhenti merokok, tapi dengan berpuasa dituntut untuk membatasi bahkan menjauhinya. Sama seperti halnya kopi, menghilangkan kebiasaan merokok secara mendadak bisa membuat sulit berkonsentrasi, gelisah, dan lebih cepat emosi. Untuk itu, mengurangi kebiasaan ini menjelang puasa lebih baik dilakukan supaya efeknya tidak mengganggu kelancaran selama berpuasa.

Cobalah untuk mengurangi satu batangnya per satu atau dua hari. Ini akan memberikan waktu pada tubuh untuk penyesuaian. Bila mengalami kesulitan untuk mengurangi kebiasaan ini, konsultasi kepada dokter bisa membantu.

Nah, selama berpuasa mungkin diri mulai terbiasa untuk tidak merokok lagi. Hal ini tentu saja sangat baik bagi kesehatan dan sebaiknya terapkan kebiasaan ini terus hingga nanti benar-benar terlepas dari rokok.

5. Malas olahraga

Semua tahu bahwa olahraga itu menyehatkan, tapi tetap saja banyak orang yang masih malas melakukannya. Sering tidur malam membuat diri bangun kesiangan dan malas untuk berolahraga. Itulah sebabnya, mengatur waktu tidur penting agar bisa mempersiapkan segala aktivitas untuk esok hari yang lebih baik, termasuk olahraga.

Coba pertimbangkan kembali manfaat olahraga saat berpuasa, ini bisa memberikan manfaat lebih besar dibanding hari biasa. Olahraga menjaga tubuh tetap bugar selama berpuasa, mengontrol berat badan, dan mampu mengurangi stres.

Agar rutinitas ini bisa memberikan dampak baik pada puasa, coba terapkan kebiasaan rutin berolahraga menjelang puasa tiba. Jadi, tinggal menyesuaikan saja bagaimana olahraga sebaiknya dilakukan saat berpuasa. [Eva De]